Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra/KC Online.*

SUMBER, (KC Online).-

Kepolisian Resor Cirebon mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan premanisme di Desa Astamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon yang dilaporkan sejumlah warga.

Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Risto Samodra melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Reza Alfian mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

“Sejumlah saksi dari pelapor beserta barang buktinya sudah kami periksa guna memulai proses penyelidikan terhadap kasus dugan pungli dan premanisme di Desa Astamukti yang dilaporkan warganya sendiri,” kata Reza saat dikonfirmasi KC Online, Senin (29/1/2018).

Dijelaskan Reza, dalam kasus ini pihaknya belum menetapkan tersangka karena proses baru memasuki tahap penyelidikan.

“Baru penyelidikan, ini yang membuktikan adanya tindak pidana nya. Kalau memang ada, kami naikkan statusnya menjadi penyidikan dan akan ada tersangka,” terangnya.

Ditambahkan Reza, pihaknya saat ini sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, baik dari pelapor ataupun dari petugas yang melakukan penyelidikan. “Barang bukti sudah ada sebagian, namun masih kita cari barang bukti lainnya,” tambanhnya.

Kasus dugaan pungli dan premanisme ini menguak setelah sejumlah warga yang mengatasnamakan masyarakat peduli Desa Astamukti melakukan unjuk rasa di kantor kecamatan dan diteruskan dengan melakukan pelaporan ke Mapolres Cirebon beberapa waktu lalu.

Warga menduga adanya praktik pungli yang dilakukan aparat pemerintahan dan adanya tindakan premanisme terhadap warga yang melawan aksi pungli tersebut. (Faizal)