PARA alumni angkatan pertama SMPN 7 Kuningan tahun ajaran 1994-1995, di Rumah Makan BP Resto Pramuka Kuningan, Kamis(11/01/2018). Yan/Erix/KC Online

KUNINGAN.(KC Online),-

PARA alumni angkatan pertama SMPN 7 Kuningan tahun ajaran 1994-1995, mengaku tidak merasa rugi datang ke reuni, karena acaranya dibuat sangat santai, gokil, kocak tapi terkonsep dengan baik. Sehingga memberikan kesan tersendiri yang sulit dilupakan, di Rumah Makan BP Resto Pramuka Kuningan, kemarin.

Kegiatan untuk mempertemukan sekaligus menjalin kembali silaturahmi para alumni yang sudah 22 tahun terpisah, dihadiri guru-guru senior SMPN 7 Kuningan. Seperti, Yayat Ruhiyatna, Ade Sobirin, Heri dan staf Tata Usaha, Dedi yang sampai saat ini masih mengajar serta pensiunan guru Agama Islam, H Arifin.

Awalnya memang terasa seperti kegiatan biasa, tetapi setelah pembacaan ayat suci Alquran, laporan ketua penyelenggara dan penyerahan santunan bagi anak yatim piatu, tiba-tiba suasananya mulai berubah. Karena ada kesan dan pesan yang disampaikan salah seorang alumni, Hamdi terkait perkembangan kondisi sekolah zaman dahulu yang setiap tahunnya berpindah-pindah.

Bahkan saking memprihatinkannya, para alumni SMPN 7 Kuningan yang terdiri dari tiga kelas, sempat belajar beralaskan tikar dengan atap yang bocor, sehingga ketika hujan, terpaksa harus mencari bagian ruangan yang tidak terkena air agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan.

Situasi tersebut, tidak melunturkan semangat sekitar 120 siswa SMPN 7 Kuningan yang saat itu berada pada masa transisi perubahan status dari Sekolah Teknik (ST) menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jika dibandingkan kondisi saat ini, maka sangat jauh berbeda dari sarana dan kualitas pendidikannya.

“Dulu kami bersekolah itu sangat memprihatinkan, karena setiap tahun harus pindah bangunan, setelah yang pertama bergabung di SMPN 6 Kuningan. Kedua di Kasturi yang kini digunakan SMK Pertiwi Kuningan dan terakhir di sekitar jalur Aruji Kartawinata. Itu pun atapnya banyak yang bocor,” tutur penanggung jawab Taman Kota Ancaran.

Kemudian dari suasana haru, dirubah menjadi hangat dengan kehadiran alumni lainnya, Indra yang menceritakan satu per satu perilaku dan kebiasaan seluruh siswa SMPN 7 Kuningan angkatan pertama.

Bahkan diceritakan pula, kisah asmara para alumni satu sama lainnya yang baru bisa diungkapkan setelah 22 tahun berpisah. Terakhir, kegiatan ditutup dengan stand up komedi dan hiburan band sambil joged berjingkrak-jingkrakan seperti masih ABG. Baru sesudah itu, meninjau lokasi sekolah.

“Saya tidak rugi datang ke kegiatan reuni ini, karena ternyata gokil banget dan bisa lepas melihat kelucuan yang ditampilkan kawan-kawan alumni apa adanya. Untuk itu, terima kasih kepada ketua dan jajaran panitia yang sukses menyelenggarakan reuni,” ujar alumni yang kini tinggal di Bekasi Barat, Irma Susanti.

Hal yang sama dikatakan warga Tangerang, Kuswara atau lebih dikenal dengan panggilan Boy. Menurut dia, dirinya masih sangat rindu dengan teman-teman, meski reuni dilaksanakan dari pagi sampai sore hari, tetapi rasanya belum puas, karena sudah terlalu lama tidak bertemu.

“Saya berharap, kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin, minimal dua tahun sekali,” ucapnya. (Yan/KC Online)