Ilustrasi

INDRAMAYU, (KC Online).-

Dua pengecer kupon judi toto gelap (togel) diringkus petugas Unit Resmob Satreskrim Polres Indramayu. Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti uang tunai ratusan ribu rupiah bersama alat transaksi pemasangan judi togel tersebut.

Keduanya adalah War alias Edi (48 tahun), warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, dan Kas (46 tahun), penduduk Desa Kiajarankulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Keduanya, kini masih menjalani pemeriksaan penyidik terkait perbuatannya.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin membenarkan pengungkapan kasus perjudian togel itu, Senin (12/2/2018).

Menurut Arif, barang bukti yang disita pihaknya antara lain uang tunai sebanyak Rp 785.000, lima buah bolpoin, 16 bendel buku kupon, satu unit handphone, satu buah rekapan, satu buah buku tapsir mimpi, 45 lembar ciamsi, dan tujuh lembar kertas warna putih berisi rekapan angka pemasang termasuk satu buah tas kecil warna hitam. Selanjutnya, barang bukti bersama pelakunya dibawa ke mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan.

“Saat memberikan keterangan, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Bahkan satu di antara pelaku mengakui jika perbuatannya dilakukan sejak enam bulan lalu dengan cara sembunyi-sembunyi dari petugas dengan alasan untuk menambah ekonomi keluarganya, ” papar Arif.

Dikatakan juga, pengungkapan kasus perjudian bermula beberapa petugas yang menerima informasi dari masyarakat. Dalam laporannya itu, ada seorang warga yang sering menjajakan atau mengedarkan kupon judi togel kepada pemasang.

Usai mendapatkan informasi berharga ini, polisi langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kebenaran. Sampai di lokasi, ternyata benar ada aktivitas tersebut. Petugas pun kemudian mengatur strategi dengan tujuan menangkap pengecernya.

Akhirnya, Kas berhasil diamankan saat sedang mengedarkan judi togel termasuk menyita sejumlah barang bukti.

Sementara terhadap pelaku War alias Edi, polisi berhasil mengamankan dari rumahnya yang saat itu pelaku usai menjajakan kupon judi togel jenis Hongkong (HK).

“Modus operandi yang dijalankan pelaku ini yaitu dengan cara menjual kupon togel kepada masyarakat dengan waktu pemasangan yang dilakukan di rumahnya antara pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB dengan maksud mencari keuntungan. Akibat perbuatanya itu, kedua pelaku terancam pidana penjara di atas lima tahun karena melanggar pasal 303 KUHPidana, ” tegas Arif. (Udi/KC Online)