MUNGKIN Anda sering mendengar makanan khas Cirebon yang melegenda, yakni empal gentong. Tapi tahukah Anda bahwa dari sekian banyak pedagang empal gentong, ada yang melegenda. Makanan khas Cirebon yang lezat ini masih terus eksis hingga sekarang. Banyak pedagang yang menjajakan dari mulai menggunakan gerobak hingga restoran ternama.

Bisa dibilang empal gentong hampir serupa dengan gulai, namun yang paling membedakan adalah cara memasaknya. Empal gentong memiliki keunikan karena dimasak di dalam sebuah gentong.

Empal gentong pertama kali diperkenalkan dari Desa Battembat, Kabupaten Cirebon. Lalu mulai berkembang ke berbagai pelosok di kota ini. Gentong yang digunakan terbuat dari tanah liat. Alasan menggunakan gentong sebagai alat masak adalah diyakini cara ini membuat cita rasa menjadi lebih nikmat. Bumbu juga akan semakin meresap ke dalam potongan isian, yaitu daging sapi, usu, babat, dan kikil.

Sebagai pelengkap rasa, empal gentong biasanya ditaburi kucai dan serbuk cabai. Satu porsi empal gentong disajikan dengan sepiring nasi atau lontong dan juga dorokdok atau kerupuk kulit. Dorokdok adalah kerupuk dari bahan kulit sapi atau kerbau. Perpaduan yang pas untuk disantap.

Nah dari sekian penjual empal gentong yang melegenda adalah, Empal Gentong Ibu Dharma. Empal gentong Ibu Dharma adalah salah satu tempat makan paling tua dan legendaris di Cirebon.

Warung ini kini dikelola oleh anak dari Ibu Dharma yang sudah lama meninggal dunia. Potongan daging dan tetelannya pun besar dan banyak. Harga satu porsinya adalah Rp 24.000 sudah dengan sepiring nasi atau lontong.

Di sini juga disediakan tambahan dorokdok seharga Rp 8.000 per porsi. Tempat makan ini buka dari pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Atau bahkan bisa tutup lebih awal jika dagangannya sudah ludes. Lokasinya berada di Jalan Diponegoro No. 21 Cirebon.

Kedua, Empal Gentong Amarta. Amarta bertempat di Jalan Ir. H. Juanda No. 37, Battembat, Cirebon. Tidak hanya menyajikan menu empal gentong, Amarta juga menyajikan menu lain, yaitu empal asem. Kuah empal asem tidak menggunakan santan, melainkan terbuat dari dari perpaduan belimbing wuluh dan asam jawa.

Empal gentong Amarta buka pukul 09.00 WIB – 20.30 WIB setiap hari. Satu porsinya dihargai Rp 24.000 dan ditambah Rp 5.000 untuk sepiring nasi.

Kemudian, empal gentong yang juga melegenda yakni, Empal Gentong Apud. Tidak jauh dari Amarta, empal gentong Apud berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No. 24, Battembat, Cirebon. Kini Empal Apud telah memiliki tiga cabang di Cirebon, dua lainnya berlokasi di Jalan Tuparev dan kawasan Trusmi. Di sini juga tersedia menu empal asem dan sate kambing.

Satu porsi empal gentong dan empal asem dijual dengan harga Rp 23.000 dan ditambah Rp 5.000 untuk sepiring nasi. Empal Apud buka dari pukul 08.00 WIB-17.00 WIB.(PRLM/KC Online)