akan mengirimkan sebanyak 13 kelas untuk putra, dan 6 kelas untuk putri. Dari kelas 45 kg, 48 kg, sampai kelas 91 kg. Sederet nama atlet tinju yang akan mewakili Kabupaten Kuningan sudah kita persiapkan dengan matang. Mereka di antaranya, Aldo, Johanes, Renita, Simon, Shinta, Elsa, Ricardo, Pauly, Walmer, Jonathan, Mimy, dan Ajeng yang pernah juara Popnas kemarin. (Erix/KC Online)

KUNINGAN.(KC Online),-

BANYAKNYA pesaing atlet tinju yang merupakan eks juara Pekan Olahraga Nasional (PON), membuat Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Kabupaten Kuningan menyiapkan petinju kelas berat sebagai upaya lolos Babak Kualifkasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018 di Bogor.

Diungkapkan Kepala Bidang Bina Prestasi Pertina Kuningan, Dede Suparman, cabang olahraga (cabor) tinju Kuningan mensiasati untuk bisa lolos BK Porda Jabar 2018 dengan mengandalkan pada pertandingan di kelas berat. Sempat tertundanya BK pada cabor tinju dimanfaatkan waktu latihan dan persiapan yang semakin baik lagi.

“Kita akan mengirimkan sebanyak 13 kelas untuk putra, dan 6 kelas untuk putri. Dari kelas 45 kg, 48 kg, sampai kelas 91 kg. Sederet nama atlet tinju yang akan mewakili Kabupaten Kuningan sudah kita persiapkan dengan matang. Mereka di antaranya, Aldo, Johanes, Renita, Simon, Shinta, Elsa, Ricardo, Pauly, Walmer, Jonathan, Mimy, dan Ajeng yang pernah juara Popnas kemarin. Untuk BK terutama kelas atas, kita optimistis, dikarenakan sedikit pesaingnya. Tapi kalau di kelas bawah banyak pesaingnya,”katanya.

Pelatih Kepala Tinju, Didin Ikhwanuddin menambahkan, di BK Porda, atlet tinju Kuningan akan menghadapi saingan berat, yakni beberapa petinju eks juara PON.

Ia menyebutkan, jadwal dan waktu BK sudah ditetapkan, yakni di Cibinong, Kabupaten Bogor, tanggalnya 26 Februari sampai 3 Maret 2018. Serta usia atlet tinju untuk Porda adalah minimal 17 tahun dan maksimal 32 tahun.

“Di BK tinju PORDA 2018, di kelas bawah persaingannya sangat ketat. Misalnya Kabupaten Bekasi, mereka punya beberapa atlet tinju eks juara PON 2016 yang bermain di kelas 48 kg, 60 kg, dan 69 kg. Meskipun untuk atlet tinju eks juara PON dari tuan rumah tidak bertanding pada BK. Makanya kita atur strategi untuk lebih mengoptimalkan petinju kelas berat yang mampu diandalkan. Kami optimistis, minimalnya bisa peringkat 4 besar pada BK dan lolos melaju ke Porda Jabar 2018”, tuturnya.

Didin menyebutkan, tim tinju ebelumnya mendapatkan medali perunggu, meskipun waktu itu Pertina di Kuningan baru lahir. Dirinya optimistis untuk Porda kali ini mampu menyabet prestasi yang lebih baik lagi. Dan, harapannya Kabupaten Kuningan bisa menambah fasilitas berupa ring tinju profesional.

“Fasilitas latihan di Kuningan bila dibandingkan se-Ciayumajakuning, Kuningan lebih unggul. Namun, harapannya kita ingin punya ring sendiri, karena selama ini dalam latihan kita selalu bongkar-pasang ring. Jadi kalau mengadakan eksebisi ataupun turnamen misal mengundang petinju se-wilayah Priangan dan Cirebon bisa permanen,” harapnya.

Sementara beberapa atlet tinju Kuningan menyatakan kesiapannya bertanding. Mereka di antaranya Renita Parerirra (17 tahun), yang mengusai teknik beladiri karate dan taekwondo, sudah menggeluti tinju selama 2 tahun di kelas 57 kg.

“Kita digenjot latihan pagi dan sore, tidak boleh absen, karena menghadapi lawan yang berat. Latihannya seperti teknik, pukul samsak, side box, fisik dan latihan kecepatan. Saya tertarik membela Kabupaten Kuningan, karena orang tua juga sudah lama domisili di Jawa Barat,” ujar dia.

Kemudian, Jose Aldo (20 tahun) mengusai teknik beladiri taekwondo dan ju jit tsu, sudah menggeluti tinju selama 3 tahun di kelas 81 kg dan sudah lama berdomisili di Kuningan.

“Target saya lolos dulu BK, baru nanti di pelaksanaan Porda akan bertanding habis-habisan. Kita hajar semua lawan-lawan. Selain tinju, saya juga sedang menggeluti cabang MMA”, bebernya.(Erix/KC Online)