Ali/KC Online.*

SATU lagi pesona kuliner Cirebon yang kini lagi hits di masyarakat dan tidak kalah lezatnya, yakni pepes intip tahu. Kuliner satu ini, datang dari wilayah Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Rasanya yang gurih dan mempunyai cita rasa yang khas, membuat pepes intip tahu sangat pas dijadikan kudapan ataupun lauk pauk. Pepes yang terbuat dari intip (kerak) tahu yang diramu dengan bumbu spesifik serta di beri potongan cabe rawit ini membuat sensasi berbeda di lidah.

Salah satu tokoh masyarakat Kota Cirebon, Suwiriyadi (50 tahun) mengaku hampir menjelang akhir pekan menghabiskan waktu kuliner bersama keluarganya dengan menyantap hidangan yang satu ini.

“Kita hampir setiap satu minggu, minimal satu kali ke sini, tentunya ingin menyantap menu utama yakni pepes intip tahu, karena mempunyai rasa gurih, manis serta pedas. Semua rasa bercampur di lidah waktu menikmatiinya,” bebernya saat jumpa di salah satu kedai pepes intip tahu di kawasan Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jumat (9/2/2018).

Ditemani tiga buah hati dan sang istrinya, Suwiriyadi mampu menghabiskan 50 bungkus pepes intip tahu. “Pepes yang dibungkus memakai daun pisang serta dimasak lewat cara dibakar, memberikan aroma yang khas dan harum serta lezat,” katanya.

Sementara itu, salah satu pemilik kedai pepes intip tahu di Kawasan Sindanglaut, Saptono (65 tahun) mengaku, siapa pun tidak tahan dengan harumnya pepes intip tahu yang lezat, Bagi yang pernah memakannya dijamin ketagihan. “Sebab, kuliner ini memiliki narasi sendiri mulai dari rasa, harga dan kenikmatan saat menyantap hidangan yang satu ini,” ujarnya.

Saptono menceritakan, dahulu sebelum tenarnya pepes inip tahu di kediamannya, di Sindanglaut terdapat banyak pabrik tahu. “Intip (kerak) tahu pada awalnya dikira sebagai limbah, cuma dibuang begitu saja serta digunakan untuk pakan ternak,” terang dia.

Seiring berjalannya waktu, ada salah seseorang penggembala setempat memunguti kerak tahu itu serta mencoba dibikin makanan dengan bahan intip tahu yang sudah dipungut tersebut.

Berawal dari keisengan semata, penggembala mencampurkan intip tahu dengan adonan tahu yang dibungkus daun pisang lalu memasaknya lewat cara dibakar. “Sesudah masak, olahan intip tahu itu dibawanya sebagai bekal dalam menggembalakan ternaknya,” ujarnya.

Tidak diduga, tambah Saptono, nyatanya rasa-rasanya begitu enak. Lantas, sang penggembala juga memberitahukan beberapa yang memiliki pabrik tahu untuk memberi intip tahu kepadanya. Penggembala juga memberitahu pada tetangganya bila olahan intip tahu kreasinya rasa-rasanya begitu enak.

“Sesudah dicoba, warga setempat juga menyenanginya serta beramai-ramai menyatukan intip tahu untuk diproses jadi makanan yang diberinama pepes intip tahu itu,” ungkap dia.

Sampai saat ini, pepes intip tahu demikian populer di masyarakat. Bahkan, makanan itu telah dikenal di mancanegara. “Setahu saya, pepes intip tahu ini mulai dikenal sekitar tahun 1960-an, serta mulai populer di kalangaan banyak orang-orang tahun 80-an,” tuturnya.

Menurut dia, pepes intip tahu telah merambah sampai ke Tiongkok serta negara Timur Tengah. Bila didinginkan, pepes intip tahu dapat bertahan sepanjang satu minggu.

“Dalam satu hari saya dapat menggunakan 2.500 bungkus pepes intip tahu. Bahkan bila di hari Minggu, 5.000 bungkus pepes intip tahu kepunyaan saya ludes dalam kurun waktu yang singkat,” aku dia.(Ali)