Epih/KC Online.*

MANDIRANCAN, (KC Online).-

PT PLN (Persero) Region Jawa Bagian Tengah melaksanakan groundbreaking pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 Kilo Volt (KV) Jalur Utara Jawa di lokasi GITET Mandirancan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Senin (12/2/2018).

Direktur PT PLN, Regionl Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin mengungkapkan, pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi Mandirancan akan menjadi salah satu jantung dari seluruh gardu induk di sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali.

“Jaringan transmisi SUTET 500 kv Jalur Utara Jawa secara keseluruhan akan dibangun mulai dari PLTU Tanjung Jati Jepara, Jawa Tengah sampai dengan GITET 500 kv Cibatu Baru, Jawa Barat ini ditargetkan selesai di tahun 2019 mendatang,” Tukas Amir Rosidin pada sela groundbreaking pembangunan SUTET dan GITET 500 Kilo Volt (KV) di lokasi GITET Mandirancan, kemarin.

Lebih lanjut Amir Rosidin mengatakan, pembangunan SUTET dan GITET 500 kv tersebut juga dalam memenuhi pasokan listrik ke masyarakat, selain dalam pemenuhan pencanangan program 35.000 Mega What (MW). “Karenanya, dengan tengah berjalannya pembangunannya ini, diharapkan dari 13.000 MW-nya itu bisa terpenuhi dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah ini,” tegas Amir.

Menurut Amir, untuk pembangunan SUTET dan GITET tersebut diproyeksikan akan menelan anggaran sekitar Rp 2,2 triliun. Karenanya, dari pihak PLN segera menyelesaikan pembangunan transmission line 500 kv, yang menurutnya tidak hanya untuk memperkuat sistem kelistrikan, akan tetapi juga akan membawa penghematan dari sisi hulunya.

“Untuk saat ini kebutuhan lahan pembangunan sudah terpenuhi, dan kita akan segera memulai pekerjaan kontruksi untuk GITET 500 kv Mandirancan, GITET 500 kv Indramayu dan SUTET 500 kv yang akan menghubungkan GITET Mandirancan ke PLTU Indramayu yang akan dilanjutkan ke GITET Cibatu Baru Bekasi. Sehingga, ini yang nantinya akan menjadi jantung system kelistrikan Jawa-Bali,” ungkap Amir.

Sementara itu, General Manager PLN UIP JBT II, Amihwanuddin menambahkan, saat ini ada tiga proyek pembangunan SUTET dan dua proyek pembangunan GITET yang mulai dibangunnyas itu, seperti SUTET 500 kv Batang-Mandirancan 1, SUTET 500 kv Batang-Mandirancan 2, selain untuk SUTET 500 KV Mandirancan-Indramayu, serta GITET 500 kv Mandirancan, dan GITET 500 kv Indramayu.

“Total nilai proyeknya bisa mencapai sekitar Rp 2,7 triliun dan target COD nya itu diharapkan pada pertengahan tahun 2019 mendatang,” tandad Amihanuddin.

Menurut dia, untuk pembangunan SUTET 500 kv dan GITET 500 KV ini akan dilakukan PLN bekerjasama dengan beberapa perusahaan sebagai mitra kerjanya PLN.(Epih)