MAJALENGKA, (KC Online).-

Pelaku pembobol kendaraan yang berhasil menggondol uang sebesar Rp 844.191.000 milik Dulyamin, warga Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka berhasil diringkus tim gabungan Jatanras Polda Jabar dengan Opsnal Polres Majalengka, Sabtu (10/2/2018).

Tersangka pelaku yang berhasil ditangkap adalah ER. Dia ditangkap sewaktu sedang berada pinggir Jalan Perjuangan, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon sekitar pukul 13.00 WIB. Sedangkan empat orang lainnya Y, R, A, dan B masing masing Penduduk Kota Palembang, Kecamatan Patung, Kabupaten Bogor kini masih buron.

Menurut Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Noviana Tursanurohmad didampingi Kasat Reskrim Rina Perwitasari, dari kejadian tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca kendaraan roda empat, kendaraan Toyota Rush 1.5 G AT No Pol E 1178 PO, STNK,
kunci kontak, satu lembar bukti penarikan uang tunai dari Bank Mandiri dengan Nomor Rekening 1340010689452 atas nama Encep Anjar Priatna sebesar Rp 250.000.000, satu lembar bukti penarikan uang tunai Bank Mandiri dengan Nomor Rekening 1340010689452 juga atas nama Encep Anjar sebesar Rp 594.191.000, dan satu buah tutusan alat pemecah kaca serta 3 unit sepeda motor. Milik para pelaku.

Di Cirebon

Penangkapan terhadap tersangka setelah kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus tersebut sejak terjadinya pembobolan kendaraan dengan cara pecah kaca pada 19 Januari lalu. Setelah mengindentifikasi pelaku, pihak kepolisian segera melakukan pengintaian dan akhirnya salah seorang tersangka berhasil ditangkap di Cirebon.

Hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku ER, dia melakukan aksi pembobolan dan mengabil uang korban sebesar Rp 844.191.000 dilakukan bersama empat orang temannya yang kini masih buron.

Mereka datang ke bank mandiri menggunakan sepeda motor saling berboncengan, kemudian memperhatikan setiap orang yang masuk ke bank dan mengambil uang dalam jumlah besar. Begitu nasabah pulang langsung dikuntit hingga kendaraan berhenti di suatu tempat, seperti halnya yang dilakukan terhadap Dulyamin pada 19 Januari 2018 lalu.

“Pada hari tersebut para pelaku sudah ada di bank. Mereka berbeda peran. Ada yang memperhatikan kendaraan yang keluar masuk areal parkir bank, ada yang berada di dalam bank, mereka terus berkomunikasi satu sama lainnya,” ungkap Kapolres Noviana.

Kasus yang menimpa Dulyamin ini terjadi ketika dirinya melakukan penarikan uang tunai Bank Mandiri Kadipaten sebesar Rp 250.000.000, setelah itu dia kembali menarik uang di Bank Mandiri Jatiwangi sebesar Rp 594.191.000. Korban tidak menyadari ketika mengambil uang di bank sudah diawasi dan dikuntit pelaku.

Begitu keluar dari bank, korban langsung dibuntuti pengendara sepeda motor hingga di saat korban berhenti di rumah makan untuk makan bersama pengemudi dan temannya di sebuah warung sate milik Emah di ruas jalan Jalan Kadipaten–Jatitujuh, tepatnya di Blok Panjalin, Desa Biyawak Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, para pelaku kemudian beraksi membobol kaca kendaraan bagian depan tempat di mana uang disimpan di bawah tempat duduk.

Aksi mereka baru diketahui setelah mereka selesai makan dan kembali ke mobil, mendapati kaca kendaraan pecah dan uang yang baru diambilnya raib. Kepada penyidik, tersangka ER mengaku melakukan perbuatannya bersama temannya yang lain, hasil dari kejahatan dibagi berlima dan uangnya dipergunakan untuk poya-poya.

Disampaikan Kapolres, terhadap tersangka akan dikenai Pasal 363 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal selama lamanya 7 (tujuh) tahun penjara.

“Kami sekarang sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang identitasnya sudah kami pegang. Untuk masyarakat kami himbau untuk selalu berhati-hati saat melakukan transaksi diperbankan dan jangan sungkan untuk meminta pengawalan dari kepolisian apabila melakukan transaksi dengan jumlah besar,“ ungkap Kapolres Noviana.(Tati/KC Online)