Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada,/ Yan/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Menjaga netralitas dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan diikuti tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023, Plt. Bupati Kuningan, Dede Sembada melayangkan surat resmi kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan desa.

Surat tersebut berisi larangan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) memihak pada salah satu paslon, baik nomor urut 1 (Toto Taufikurohman Kosim – Yosa Octora), nomor urut 2 (H Dudy Pamuji – H Udin Kusnaedi) maupun pasangan nomor urut 3 (H Acep Purnama – M. Ridho Suganda).

“Sesuai aturan yang berlaku dan demi menjaga netralitas ASN dalam pesta demokrasi lima tahunan, maka saya telah membuat surat edaran melalui SKPD dan desa supaya para abdi negara tidak memihak salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Kuningan,” tegas Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada, kemarin.

Pihaknya menginginkan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kuningan berjalan sesuai harapan bersama. Dede juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada 27 Juni 2018 mendatang, mengingat partisipasi pemilih ditargetkan meningkat hingga mencapai 77 persen.

“Saya mengajak kepada masyarakat Kuningan untuk menggunakan hak pilih pada pilkada serentak yang waktunya tinggal beberapa bulan lagi,” tandasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi ikhtiar yang dilakukan terus menerus oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan, agar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, berjalan aman dan damai sekaligus berkualitas.(Yan/KC Online)

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaMawa Obor Nincak Waduk
Artikel BerikutnyaHidup untuk Berkarya