kabar-cirebon.com

WERU, (KC Online).-

Imbas banjir yang melanda Cirebon sejak Februari lalu membuat berbagai harga komoditi naik, di antaranya harga cabai merah dan bawang merah. Dua jenis komoditi ini naik sejak Jumat pekan lalu.

Pantauan KC Online di pasar darurat Pasalaran di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Minggu (11/3/2018), harga bawang merah mencapai Rp 28 ribu/kilogram dari yang tadinya Rp 25 ribu/kilogram ribu, sementara cabai merah naik dari yang tadinya Rp 30 ribu/kilogram menjadi Rp 36 ribu/kilogram.

Para pedagang mengkhawatirkan kenaikan ini akan terus berlanjut, sebab tanda-tanda banjir di sejumlah wilayah masih memungkinkan terjadi. Sebagian besar perkebunan cabai serta bawang merah berlokasi di wilayah timur Cirebon yang merupakan salah satu daerah terdampak banjir. Tanaman cabai serta bawang banyak yang rusak diterjang banjir.

“Baru satu hari naik saja, pembeli sudah mengeluh. Mereka akhirnya mengurangi jumlah pembelian,” ujar Ernawati (34 tahun), salah satu pedagang di pasar darurat Pasalaran.

Ernawati menambahkan, dirinya yang mendapatkan info dari pedagang besar sayuran di Pasar Jagasatru mengetahui kalau naiknya harga sejumlah komoditi ini memang akibat banjir.

“Banyaknya perkebunan kan di wilayah Losari dan Gebang, serta sekitarnya. Panen harusnya bagus pada Januari-Februari lalu, tapi akhirnya ada juga yang gagal panen gara-gara banjir, mau tidak mau akhirnya harga jadi melonjak,” tuturnya.

Menurutnya, sebagian pedagang ada yang masih memiliki stok sebelum harga naik, sehingga harga bawang merah serta cabai merah tersebut masih harga yang lama.

“Tapi kan stoknya tidak terlalu banyak, jadi mulai hari ini (kemari) atau besok (hari ini) saja pasti stoknya sudah pada habis, ya sudah akhirnya mau tidak mau pakai harga yang baru,” tukasnya.

Ernawati menambahkan, seluruh pedagang berharap hujan ekstrem cepat berlalu sehingga banjir pun cepat usai.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun KC Online, luas lahan perkebunan bawang merah yang terdampak banjir mencapai 6 hektar dengan nilai kerugian Rp 480 juta, dan luas lahan perkebunan cabai merah yang terdampak banjir mencapai 40 hektar dengan nilai kerugian Rp 800 juta, sehingga jika ditotalkan nilai kerugian dari dua komoditi adalah Rp 1,2 miliar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengusulkan bantuan berupa pupuk organik untuk bawang merah, serta benih untuk tanaman cabai merah.

“Bawang merah yang rusak kebunnya gara-gara banjir seluruhnya ada di Desa Ciledug Tengah, Kecamatan Ciledug, sementara cabai merah itu ada di Desa Tawangsari, Kecamatan Losari,” katanya.

Ali mengakui jika kerusakan akibat banjir ini memang cukup dahsyat karena hujan yang datang pun sangat ekstrem.

“Apalagi BMKG sudah memperingatkan, bahwa hujan ekstrem akan tetap datang hingga akhir Maret, hujan reda kemudian datang lagi hujan besar. Pertanian pun pasti kena imbasnya,” tukasnya.(Fanny)