Banjir juga melanda perumahan warga Villa Intan, Senin (12/3/2018)/KC Online.*

DENGAN sabar, Jarnadi (50 tahun) memilihkan obat untuk Juju (39 tahun), warga Desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Senin (12/3/2018). Juju yang merupakan warga terdampak banjir ini sedang diperiksa Jarnadi, petugas paramedis di Klinik Pratama Polres Cirebon Kota.

Untuk membantu korban banjir, Polres Cirebon Kota memang membantu warga yang sakit untuk diperiksa kesehatannya secara gratis. Posko ini terletak di tengah jalan raya yang sengaja diblokir di seberang Polsek Gunungjati.

Posko ini dibuka sejak pukul 08.00 WIB dan terus berlanjut hingga sore hari, selama itu pula Jarnadi harus terus berdiri memeriksa warga, sebab warga yang datang tidak putus-putus.

Warga yang datang secara berduyun-duyun tersebut membuat Jarnadi tidak bisa istirahat. Warga yang ingin diperiksa kesehatannya bahkan harus rela antri. Menurut Jarnadi, sebenarnya dirinya tidak sendirian saat bertugas, sebab di posko kesehatan ini telah ditugaskan satu dokter dan tiga petugas paramedis. “Tapi yang lain ada di lokasi lain, jadi saya sendirian di sini, ” ujarnya.

Di kertas, tercatat ada 134 warga yang memeriksakan kesehatannya ke posko ini hingga pukul 14.30 WIB. Seluruh warga ini dapat ditangani oleh Jarnadi.
“Jarang duduk. Kalau duduk berarti sedang tidak ada warga yang diperiksakan kesehatannya. Ya mau duduk bagaimana, orang warga yang datang saja sampai antri,” ujarnya.

Warga yang datang ke posko ini pun sebagian besar merupakan ibu-ibu. Hanya satu dua yang datang merupakan bapak-bapak. Mereka sebagian besar terserang gatal, meriang, serta flu. Ini disebabkan karena selama dua hari ini mereka berkutat terus dengan banjir.

Jarnadi sendiri tidak canggung saat berinteraksi dengan para ibu-ibu ini. Sebagian besar dari mereka diberikan nasehat terkait kesehatannya. Tak jarang juga dilontarkan nada bercanda. “Saya memang begini, senang ngobrol. Kalaupun capek, ya dibawa enjoy aja, ” ujarnya.

Rencananya, Polres Cirebon Kota akan memberlakukan pemeriksaan kesehatan selama 24 jam. Posko ini pada sore hari akan dipindahkan tepat di depan Polsek Gunungjati.
“Selama banjir dan masih ada warga yang sakit ya kita layani. Kalau sore mungkin nanti ada rekan saya yang akan menggantikan,” katanya.

Juju, warga Blok Sumur di Desa Wanakaya, mengungkapkan, banjir yang datang sejak Minggu pagi membuat rumahnya terendam hingga pinggang orang dewasa. Air di dalam rumahnya pada Senin siang kemarin baru surut beberapa centi saja. Sering terendam di dalam air membuat kaki Juju terinfeksi.

“Kecipak-kecipuk melulu di dalam air, kaki saya jadi infeksi, mungkin karena air juga kotor kan? Sekarang rasanya jari-jari kaki saya sakit, jadi mau berobat di sini saja, ” ujarnya.

Menurutnya, dirinya tahu ada pemeriksaan kesehatan gratis dari tetangganya. “Ya sudah periksa saja, mumpung ada di sekitar sini,” katanya.

Juju menambahkan, para korban banjir kini membutuhkan bantuan makanan siap saji, dan bukannya mie instan, sebab rumah yang terendam di dalamnya turut basah seluruh perabotan.

“Kompor juga kan basah, mana bisa masak mie. Kita butuhnya makanan siap saji. Sekarang pun saya belum makan, boro-boro mikirin makanan, yang penting anak-anak saya dulu yang makan,” tuturnya.(Fanny/KC Online)