LEMAHWUNGKUK, (KC Online).-

Isu kesehatan, pendidikan, rendahnya daya beli dan perluasan lapangan kerja masih menjadi persoalan kompleks yang terjadi pada kalangan masyarakat bawah di Kota Cirebon.

Oleh karenanya, dibutuhkan sosok pemimpin ke depan yang dirasa bisa memberikan solusi tepat mutu dan tepat guna untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM). Sehingga, momentum pilkada serentak kali ini tentunya masyarakat harus lebih cerdas dan bisa bijak dalam menentukan pilihan guna menghasilkan pemimpin yang bisa membawa masyarakatnya lebih maju.

Dengan mengawal isu tersebut, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, Bamunas Setiawan Boediman- Effendi Edo (OKE) terus aktif menyambangi masyarakat.

Selain berupaya meraih simpati masyarakat, tujuan utamanya yakni agar lebih bisa memahami permasalahan yang terjadi di lapangan. Paslon yang bertekad membawa pembaruan di Kota Cirebon dengan sistem reformasi birokrasi di berbagai elemen, bisa menjadi salah satu pilihan dari calon yang maju pada Pilkada tahun ini.

“Permasalahan yang disampaikan masyarakat hampir sama, yakni pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Sebenarnya ini masalah klasik, asalkan pemimpinnya serius dalam membenahi semua permasalahan yang ada,” ujar Calon Walikota Cirebon, Bamunas Setiawan Boediman, seusai melakukan blusukan di RW 09 Kelurahan Larangan dan RW 12 Sirandu, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (9/3/2018).

Bamunas mengakui, permasalahan yang terjadi di lapangan saat ini memang menjadi masukan penting dalam mengisi program gagasan. Sehingga, dengan cara terjun langsung ke lapangan dirasa efektif dalam menggali informasi yang keluar langsung dari masyarakat.

Bamunas mencontohkan, segi kesehatan harus bisa dibahas dan dikaji pada unsur bawah yakni perhatian terhadap keberadaan posyandu (Pos pelayanan Terpadu). Karena unsur tersebut, kata dia, lingkungan masyarakat memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di antaranya pemberian imunisasi bagi balita.

“Kader posyandu memiliki database tentang perkembangan dan pertumbuhan balita. Oleh karenanya, jika ada kasus seperti demam berdarah maka kader posyandu bisa melaporkan ke Puskesmas atau bidan terdekat. Jadi pengabdian para kader Posyandu tanpa kenal lelah dan tana pamrih itu harus diperhatikan kinerjanya,” tuturnya.

Oleh karenanya, Paslon OKE bertekad penuh dalam upaya melakukan pembenahan di Kota Cirebon. Sebagai kontestan pada pilkada serentak kali ini, tentunya kemenangan mutlak harus bisa diraih sebagai upaya merebut tangguk pemerintahan. Sehingga, pihaknya berharap banyak adanya masukan dan saran serta kritikan dari berbagai elemen.

“Mulai dari masukan perihal perkembangan pembangunan infrastuktur, pendidikan dan kesehatan di Kota Cirebon masih dari isu klasik. Sehingga dengan metode ini tentunya sangat efektif dan bisa dijadikan acuan catatan dalam membangun Kota Cirebon ke depan,” ungkapnya.(Mamat)