Agus Muharram/KC Online.*

KESAMBI, (KC Online).-

Manajer Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Cirebon, Agus Muharam mempersoalkan batasan usia atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018. Mengingat atletnya telah lolos pada babak kualifikasi (BK). Sehingga dikhawatirkan atlet yang tak ikut Porda akan berkurang semangatnya.

“Seperti atletik, kami usulkan 13 atlet yang lolos BK. Tapi tim manajer Porda membatasi jadi 10 atlet. Ini jadi persoalan, karena ketika mereka tak diberikan kesempatan, maka mereka akan malas berlatih,”ungkapnya, Senin (12/3/2018).

Seharusnya, lanjut dia, para atlet yang sudah lolos BK bisa diberikan kesempatan untuk berlaga di Porda. Sebab, hal itu akan dijadikan sebagai pengalaman bagi setiap atlet.

“Saya rasa semua atlet akan turun, berapapun anggaran yang dimiliki Kota Cirebon, kita tetap akan berangkatkan 13 atlet. Seperti Abigail saja empat kali berlaga di Porda. Pertama enggak dapat medali, lalu di Porda kedua dapat perak dan ketiga emas. Jadi semoga dapat emas pada Porda nanti,” tuturnya.

Namun di sisi lain, Agus mengapresiasi tim manajer Porda yang telah mengadakan rapat dengan cabang olahraga. Karena dirinya telah mendapatkan pencerahan terkait pengukuhan atlet, pelatih dan ofisial.

“Tapi tak masalah, kita tak kurangi rasa semangat. Saya juga berharap bonus atlet bisa sama seperti Porda kemarin,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Manajer Porda Kota Cirebon, Maman Sukirman, mengemukakan, pihaknya tidak menginginkan Kota Cirebon mengirimkan atlet sebanyak-banyaknya tapi tak ada prestasi yang diraih.

Menurut dia, pihaknya akan mengakomodir semua atlet, dengan tolok ukur hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jabar. “Kalau kirim banyak tapi enggak ada prestasi, mau ngapain ikut Porda,” ujarnya. (Ali)