Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni/KC Online.*

SUMBER, (KC Online).-

Banjir yang melanda Kabupaten Cirebon membuat berbagai penyakit mulai menyerang para korban yang terdampak bencana ini. Penyakit yang menyerang para korban banjir ini yakni, Dermatitis atau penyakit kulit karena mengalami peradangan.

Berdasarkan data yang dihimpun KC Online dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon per 27 Februari 2018, para korban banjir yang mengunjungi pos-pos kesehatan terdapat 10 besar penyakit.

Yakni penyakit Dermatitis yang menyerang 1.295 orang, penyakit Mylagia menyerang 1.230 orag, penyakit ISPA menyerang 1.061 orang, penyakit Headache atau sakit kepala menyerang 981 orang.

Penyakit Gastritis menyerang 422 orang, penyakit Arthritis menyerang 382 orang, penyakit Febris menuerang 335 orang, penyakit hipertensi menyerang 314 orang, kemudian penyakit Gastro enteritis akut menyerang 179 orang, dan korban banjir yang luka seperti robek atau luka tusuk ada 102 orang. Sedangkan penyakit lain-lainnya yakni menyerang 721 orang.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj. Enny Suhaeni menyampaikan, semenjak banjir melanda daerahnya, beberapa desa di 14 kecamatan sudah disiapkan pos-pos kesehatan. Dari hasil kunjungan para korban banjir tahun ini, berbagai penyakit yang menyerang korban banjir telah terdeteksi.

“Dan yang paling banyak ya tadi, warga banyak terserang penyakit Dermatitis atau penyakit kulit. Selain itu berbagai penyakit lain pun juga banyak menyerang para korban banjir lainnya,” ujar Enny kepada KC Online, saat ditemui di kantornya, Rabu (23/2/2018).

Ia melanjutkan, pihaknya telah mendirikan 47 pos kesehatan di desa-desa yang terdeteksi rawan banjir di 14 kecamatan.Yakni di Kecamatan Pasaleman tujuh pos, Kecamatan Ciledug tujuh pos, Kecamatan Waled empat pos, Kecamatan Losari dua pos, Kecamatan Gebang lima pos, Kecamatan Gunungjati lima pos, Kecamatan Plered dua pos, Kecamatan Plumbon satu pos.

Selanjutnya kata Enny, yakni di Kecamatan Tangahtani dua pos, Kecamatan Kedawung dua pos, Kecamatan Astanajapura empat pos, Kecamatan Pangenan dua pos, Kecamatan Pabedilan dua pos, dan Kecamatan Mundu dua pos.

“Dari jumlah 47 pos kesehatan yang kita sediakan, jumlah warga terdampak banjir yang berkunjung untuk diperiksa yakni 7.022 orang,” kata Enny.

Lebih lanjut disampaikan diya, pos-pos kesehatan yang disediakan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon itu akan tetap ada sebelum instruksi dari instansi terkait menyatakan daerah ini sudah tidak darurat siaga banjir.

“Kalau petugasnya tentu ratusan orang ya yang kita terjunkan. Sebab sehari semalam ada beberapa pergantian petugas di setiap posnya,” ungkap Enny.(Ismail)