Mamat/Egi/KC Online.*

KESAMBI, (KC Online).-

Salah satu ruangan strategis di SMAN 5 Kota Cirebon ambruk diterpa hujan deras. Padahal usia bangunannya masih terbilang baru.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan tak berpengaruh pada proses belajar mengajar, namun ruangan yang berposisi di lantai dua dengan jaringan atap rangka baja ringan tersebut kini kondisinya luluh lantah.

Pihak sekolah memutuskan mengalihkan sementara ruangan yang biasa difungsikan sebagai ruang multimedia yang juga kerap dijadikan sebagai tempat workshop, diskusi dan rapat internal.

“Bangunan ini berasal dari bantuan Otonomi Daerah (Otda) Pemkot Cirebon tahun 2014. Karena kondisinya ambruk, kami instruksikan untuk beralih kepada ruangan lainnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala SMAN 5 Kota Cirebon, Candra kepada wartawan, Senin (12/3/2018).

Canda menuturkan, ambruknya ruangan tersebut terjadi pada Minggu malam (12/3/2018) sekitar pukul 22.30 WIB, saat hujan lebat ditambah angin besar. Pihaknya mendapat laporan tersebut dari salah seorang penjaga keamanan sekolah yang kemudian dilakukan peninjauan.

Atap beserta tembok ruangan ambruk dan menimpa puluhan kursi, meja, tiga unit AC, dan LCD proyektor. Ditaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Dengan ambruknya bangunan tersebut, maka sekolah tak bisa lagi menggunakan ruangan tersebut.

“Dengan posisi bagian depan sekolah yang berada di lantai dua bagian atap dan temboknya roboh, maka secepatnya kami laporkan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah X Dinas Pendidikan Jawa Barat. Luas ruang serbaguna yaitu 15 x 9 meter ini belum kami taksir berapa kerugiannnya. Tapi kami hanya diinstruksikan untuk membuat laporan pembangunan ulang. Selain kami juga akan melakukan kajian bersama konsultan bangunan dalam renovasi ke depan,” katanya.

Ajukan perbaikan

Berdasarkan pengamatan, sembari dibersihkan puing-puing reruntuhan, sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan segera diamankan. “Sambil menunggu jalannya ajuan perbaikan, kami amankan sejumlah barang yang masih bisa dipakai,” paparnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komite Sekolah, H Aep Karyasa mengatakan, ketika mengetahui ada bangunan sekolah ambruk, langsung mengecek. “Selama ini kita komunikasi dengan baik dengan pihak sekolah. Kami akan berkomunikasi dengan orang tua terkait kondisi ini,” katanya.(Mamat/Ali)