Siswa SD 4 Dawuan tengah membersihkan lantai sekolah pascabanjir, Senin (12/3/2018)/KC Online.*

KEJAKSAN, (KC Online).-

Sejumlah sekolah yang terendam banjir terpaksa memulangkan kembali para siswanya yang sudah tiba pada Senin (12/3/2018). Salah satunya dilakukan MTs Negeri 1 Cirebon.

Saat banjir, ketinggian air mencapai 60-70 cm. Mempertimbangkan hal tersebut, pihak sekolah pun memutuskan memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Selasa ini (13/3/2018). Mengingat banjir yang menenggelamkan 12 lebih ruang kelasnya sudah mulai surut.

Kepala MTs 1 Kota Cirebon, Usmadi melalui Kepala Bidang Sarpras, Jamilu membenarkan bahwa pihaknya terpaksa meliburkan siswa-siswinya pada Senin pagi.

“Tadi pagi ruang kelas dan guru tergenang dengan ketinggian 60-70 cm, jadi Senin pagi terpaksa kami liburkan siswa/siswi, tapi mudah-mudahan besok mulai kembali normal,” katanya saat dihubungi KC Online, Senin (12/3/2018).

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Cirebon juga menghambat KBM di sejumlah sekolah pada Senin (12/3/2018). Para siswa yang terdampak banjir cukup parah terpaksa belajar di rumah.

Sekolah yang terpaksa memulangkan siswanya berada di Kecamatan Gunung Jati, Tengahtani dan Kecamatan Suranenggala. Meski siswa sempat datang ke sekolah, tapi mereka akhirnya dipulangkan kembali karena gedung sekolah masih terendam banjir.

Pejabat sementara Kepala Bidang Pendidikan SD pada Disdik Kabupaten Cirebon, Amin Wardia menjelaskan, sekolah yang kebanjiran adalah SDN 1 Adidarma, SDN Pasindangan 1-3, SDN Jatimulya 1-2, SDN Grogol 1-3, SDN Buyut 3, SDN Klayan 3, SDN Jatimerta 1, SDN Wanakaya 2 paling parah dan SDN Sirnabaya 3.

“Untuk sementara karena sekolah tersebut masih terendam, kami mengimbau kepada pihak sekolah agar para siswa dapat belajar di rumah,” kata Amin.

Amin mengimbau sekolah yang tidak terkena dampak banjir agar membantu sekolah yang terdampak banjir, utamanya makanan siap saji karena mereka para korban masih sangat kekurangan makanan dan obat-obatan.(Egi/Ali)