Ketujuh Parpol adalah PPP, Hanura, Perindo, PSI, Garuda, Nasdem, dan Partai Berkarya. Parpol tersebut memberikan dukungan terhadap pasangan AR terungkap dalam pertemuan di kediaman Ketua DPC PBB Kabupaten Kuningan, Dadang Hermawan, Minggu (11/3/2018) lalu. Eman/Yan KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Sebanyak tujuh partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 mendatang mendukung pasangan Acep-Ridho (AR) dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan 2018.

Ketujuh Parpol adalah PPP, Hanura, Perindo, PSI, Garuda, Nasdem, dan Partai Berkarya. Parpol tersebut memberikan dukungan terhadap pasangan AR terungkap dalam pertemuan di kediaman Ketua DPC PBB Kabupaten Kuningan, Dadang Hermawan, Minggu (11/3/2018) lalu.

Pertemuan tersebut nyaris tak terendus awak media, baik cetak maupun elektronik. Namun KC Online berhasil menemui Ketua DPC PBB, Dadang, yang bermarkas di Puri Asri 3 Kelurahan Cigintung Kuningan, Senin (12/3/2018).

Ditanya strategi apa yang akan digulirkan ketujuh Parpol saat bertemu di rumahnya, Dadang yang disebut-sebut sebagai pini sepuh parpol itu, belum bisa mempublikasikan. Namun intinya dalam pertemuan dengan ketujuh parpol tersebut tidak mendiskreditkan pasangan lain.

Sebab pasangan yang akan mengikuti pemilukada nanti adalah putra-putra terbaik Kabupaten Kuningan. Dan semua pasangan tersebut memiliki tujuan yang sama untuk membangun daerah ke arah lebih maju.

“Jika cukup bukti dan ada saksi terkait tuduhan politk uang, kampanye hitam maupun bergulir masalah SARA, maka kami (ketujuh parpol) akan menindaklanjuti pada pihak berkompeten,” ujar Dadang, yang juga tokoh politik senior, baik di tingkat regional maupun nasional itu.

Dadang juga mengimbau semua pihak agar tetap menjaga kondusifitas daerah, agar dalam pelaksanaan pesta demokrasi mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sukses tanpa ekses.

Setiap warga, terlebih bagi yang memiliki hak pilih dijamin oleh undang-undang untuk menyalurkan aspirasinya secara langsung, umum, bebas, rahasiah, jujur dan adil (Luber dan Jurdil). Kuningan harus tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman dalam menyalurkan aspirasi politiknya pada saatnya nanti.

“Sebab untuk mewujudkan rasa aman ini diperlukan peran serta semua pihak, baik berawal dari lingkungan keluarga, masyarkat maupun lingkungan sekitarnya,” tukasnya.

Setia mendukung Sementara itu, warga Lingkung Buana Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan tidak akan mengkhianti Acep Purnama pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kuningan nanti. Sebaliknya akan terus mendukung dengan memberikan pilihannya pada 27 Juni 2018 nanti di tempat pemungutan suara.

Dengan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Acep berpasangan dengan M. Ridho Suganda, putra mantan Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda dan Almarhumah Hj. Utje Ch Suganda.

“Saya tahu betul, siapa Pak H Acep Purnama, meski terhormat baik ketika menjadi pemborong, anggota dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), wakil bupati maupun sampai menjadi bupati menggantikan almarhumah Hj. Utje Ch Suganda, tetapi sikapnya tetap sederhana, tidak arogan dan dekat dengan rakyat.
Untuk itu, saya bersama dengan dengan mayoritas warga berjanji akan selalu setia mendukung yang bersangkutan guna kembali menjadi Bupati Kuningan periode berikutnya, karena program-program yang akan direalisasikannya nanti sangat bagus demi kemajuan daerah yan sajati,” tandas Tokoh Lingkung Buana Kelurahan Cijoho, Abah Enco, kemarin.

Sementara itu, mancing bersama yang digelar warga setempat berlangsung sangat meriah. Apalagi dihadiri langsung Calon Bupati Kuningan nomor urut 3, H Acep Purnama. Kalangan muda, dewasa sampai ibu-ibu pun rela antre untuk bisa bersalaman dengan Acep.

Pada kesempatan tersebut, H Acep Purnama yang ikut mancing juga menaburkan sekitar 50 kg ikan mas di Bendung Juru Tulis daerah setempat. Para pehobi mancing dan warga berterima kasih.

H Acep Purnama pun bersyukur karena warga Lingkung Buana Kelurahan Cijoho sangat respon terhadap dirinya. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar semua warga, terutama pehobi mancing untuk ikut serta menjaga kelestarian dan kebersihan sungai dari sampah-sampah atau pun hal-hal yang bisa menyebabkan kerusakan ekosistem setempat.
“Jika sungainya bersih, maka mancingnya nyaman sehingga kita semua harus menjaga kebersihan sungai,” tuturnya.(Eman/Yan KC Online)