Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto/KC Online

KEJAKSAN, (KC Online).-

Dinas Kesehatan Kota Cirebon terus mendorong seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar bisa meningkatkan mutu. Sehingga semua yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat tentunya bisa berjalan lebih maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto menyampaikan, dari baru 10 puskemas dari 22 Puskesmas yang telah menjalani proses akreditasi dengan berbagai hasil. Seperti Puskemas Kejaksan yang meraih Akreditasi Utama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yakni Puskesmas Kejaksan.

Selain itu ada tujuh puskesmas berstatus Puskesmas madya dan dua lainnya Puskesmas dengan kategori dasar. “Dari 22 Puskesmas itu baru sepuluh yang kita ajukan kepada Kemenkes untuk diakreditasi. Raihannya pun berbagai macam kategori,” ungkap Edy di sela kegiatannya, Senin (2/4/2018).

Edy mengatakan, dari sepuluh puskesmas yang sudah menjalani proses akreditasi di antaranya adalah Puskesmas Kejaksan dengan predikat utama. Lalu tujuh puskesmas yang meraih kategori Puskesmas Madya adalah Puskesmas Kalitanjung, Puskesmas Jagasatru, Puskesmas Pegambiran, Puskesmas Gunungsari, Puskesmas Larangan, Puskesmas Perumnas Utara dan Puskesmas Kalijaga.
Sedangkan dua puskesmas lainnya yang mendapatkan akreditasi Puskesmas dasar adalah Puskesmas Sunyaragi dan Puskesmas Kesunean.

“12 Puskesmas sisanya sudah kita ajukan tahun ini untuk diakreditasi. Insyaallah akhir tahun akan ditinjau oleh tim dari pusat,” katanya.

Untuk akreditasi Puskesmas, kata dia, sebetulnya ada beberapa hal yang menjadi kelemahan bagi setiap puskesmas di wilayah kota. Di antaranya, minimnya lahan untuk pengembangan sarana.

Kualitas SDM

Selain itu, kata dia, untuk sisi administrasi serta peningkatan kualitas SDM juga bisa terus diupayakan dengan pembinaan dan pengarahan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan terhadap semua puskesmas yang ada.

“Kelemahan puskesmas di kita di antaranya itu lahan sempit, SDM kuantitas kurang. Jadi tantangan kita ke depan adalah melengkapi SDM, sarana dan prasarana. Dan untuk itu, ada suntikan anggaran 200 juta per puskesmas untuk akreditasi tahap pertama. Kemungkinan untuk 12 Puskesmas yang tahun ini akreditasi jumlah itu akan berkurang,” katanya.

Dia mengatakan, akreditasi puskesmas di Kota Cirebon terbilang pesat jika dibandingkan dengan daerah lain. Dikarenakan, kata Edy, dari sekitar 10.000 Puskesmas yang ada di Indonesia, hanya 1.500 puskesmas saja yang sudah menjalani akreditasi. Kemudian, Kota Cirebon yang sudah mengupayakan 100 persen puskesmas untuk diakreditasi oleh pusat.

“Kota Cirebon perkembangannya bagus. Tahun ini kita dorong 100 persen agar Puskesmas yang ada bisa diakreditasi oleh Kemenkes,” paparnya.(Mamat)