Ismail/KC Online.*

SUNGGUH malang nasib nenek yang satu ini. Niatan baiknya untuk pergi ke Tanah Suci menjalankan ibadah umrah, telah ditipu oleh BMT Sonar Mandiri Syariah. Sebab hasil jerih payanya sehari-hari yang ia tabung di BMT tersebut sejak 2014 lalu, tidak sesuai janji manis yang disampaikan sebelumnya.

Nenek itu Saadah namanya, perempuan berusia 62 tahun ini, merupakan warga Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Ia mengalami syok berat hingga terpaksa dirawat di salah satu rumah sakit di daerah ini sejak Kamis (19/4/2018) lalu. Bahkan, hasil pemeriksaan dokter di tempat ia dirawat, nenek ini didiagnosa menagalami serangan jantung.

Keinginan Saadah untuk pergi menuju Baitullah sungguh kuat. Sehingga ia rela mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi berangkat umroh dengan menabung di BMT Sonar Mandiri Syariah, sejak 2014 lalu. Dua tahun berlalu dan hasil tabungan sudah memenuhi sesuai janji sebelumnya, tapi ia hanya diberikan janji-janji.

“Untuk bisa melunasi biaya umrah, saya mulai menabung dari tahun 2014 hingga 2016, dari sisa pendapatan saya sebagai buruh serabutan. Tapi kata pihak BMT belum cukup dan harus memenuhi jumlah yang ditentukan, karena baru terkumpul Rp 15 juta,” kata Saadah kepada KC Online, Minggu (22/4/2018), saat menceritakan nasibnya.

Padahal sebelumnya ia dijanjikan akhir Desember 2016 lalu diberangkatkan umrah oleh BMT tersebut dengan jumlah Rp 15 juta. Namun diberitahu kembali bahwa pemberangkatan diundur pada petengahan 2017. Setelah waktu yang dijanjikan tiba, Saadah pun kembali menagih janji BMT yang akan memberangkatannya umrah tersebut, namun lagi-lagi ia kecewa.

Meskipun ditemui oleh pihak BMT Sonar Mandiri Syariah, tapi Saadah malah diminta untuk menambah biaya sebesar Rp 10 juta lagi. Karena keinginannya untuk berangkat umrah yang sangat besar, Saadah pun mencari dan mengumpulkan kembali uang hingga akhirnya terkumpul sebesar Rp 10 juta dan diserahkan ke pihak BMT.

“Namun, janji BMT belum juga ada hingga sekarang. Dan saya sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp 27 juta,” kata Saadah sembari mengeluarkan air mata.

Diceritakan keponakan Saadah, Yoyon Syukron Amin, uwaknya yang kini tengah mengalami serangan jantung dan harus dirawat di rumah sakit lantaran ulah dari BMT Sonar Mandiri Syariah. Saadah mengaku sering kali bercerita dan meminta doa kepadanya agar keinginan mulianya untuk berangkat ke Makkah itu terkabul.

Namun, di saat seseorang dengan susah payah mencari nafkah untuk beribadah dengan menunaikan umrah, malah dimanfaatkan dan menjadi korban penipuan. “Uwak saya selalu nangis, karena keinginan untuk berangkat umrah malah bermasalah,” kata Yoyon.

Ia menjelaskan, Kantor BMT Sonar Mandiri Syariah selalu berpindah-pindah. Sebelumnya berlokasi di Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, kemudian pindah ke Kecamatan Lemahabang. Dan informasi terakhir yakni di Gunungsari Trade Center (GTC) Cirebon.

“Dokter telah mendiagnosa uwak saya mengalami serangan jantung. Dan saya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Cirebon pada 16 April lalu. Saya minta untuk BMT Sonar Mandiri Syariah segera bertanggung jawab,” harap Yoyon mengakhiri. (Ismail/KC Online)