Jejep/KC Online.*

SIAPA sangka ternyata deretan judul film yang akrab di telinga masyarakat merupakan hasil karya dari sutradara asal Majalengka? Sebut saja sinetron Super Dede 2 di MNCTV, Tuyul & Mbak Yul Reborn di antv dan Tuyul & Buku Ajaib di antav, Jin & Jun Bikin Kepo antv, Jeany & Soun Miun GTV, Putra Petir MNCTV dan lain sebagainya. Semua itu merupakan produksi sinetron yang dicipta putra kelahiran asal Kampung Koja Desa Cisambeng Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka.

Pria itu bernama Bobby Nurdin Hidayah alias Bobby Bobob (nama film). Lahir di Majalengka, 10 Mei 1986 silam, merupakan putra dari pasangan Ujang Sarwano dan Casnisah.

Bobob menceritakan masa lalu saat di Majalengka, ketika masih berusia dua tahun, saat itu orang tuanya berpisah, sehingga dirinya tinggal bersama neneknya di Koja dan bersekolah SDN Tegalaren 1 Kecamatan Ligung.

Setelah lulus Bob menjalani pendidikan di Pontren Cisambeng dan bersekolah di MTs Syafi’iyah. Ketika itu dirinya selalu ranking 1 atau 2 dan lulus melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MAN) Rajagaluh. Dirinya juga sempat menimba ilmu di Pontren Rajagaluh pimpinan KH Uju.

Sebelum lulus aliyah ia keluar sekolah dan memilih hijrah ke Jakarta dan bekerja di pabrik temulawak sekitar tahun 2002. “Saat kerja keras hingga malam hari itu, dirinya sering ngagerentes dalam hati, kelak nanti akan punya mobil dan masuk gedung bertingkat,” cerita dirinya.

Selama empat bulan bekerja di pabrik temulawak itu memberikan pelajaran kerasnya menjalani kehidupan dalam mencari nafkah. Ketika pulang dari Jakarta, saat tidurnya itu ia sering mengigau ingin sekolah dan terenyuh sang ibu yang akhirnya mengadukan persoalan ke pamannya di Sukabumi.

Pamannya yang memiliki sikap keras akhirnyamau menyekolahkan Bob di SMAN 1 Cikembar Sukabumi. Ketika SMA ia menjadi pegajar komputer di tempat kursus pamannya, dan aktif di OSIS hingga menjadi wakil ketua OSIS. Di Sukabumi pula dirinya membikin komunitas atau production house yang diberi nama SIM-C Sukabumi Indie Movie Community, dirnya menjadi ketua umum di komunitas tersebut.

Ia juga sebagai pemilik dan sutradara dari Sanggar Teater Saklar. Setelah lulus SMA ia memilih kerja dan tidak kuliah. Bob pernah jadi office QC dan HRD di PT Glostar Indonesia (GSI) tapi tetap aktif ngeband. Nama bandnya adalah Canvas Band, di group band ini dirinya sudah mengeluarkan singel dan sudah aktif RBT persiapan mini album pada saat itu, sampai akhirnya meninggalkan band karena film. Tantenya yang pemain bass membuat video clip band yang sutradaranya orang Sukabumi.

“Awalnya saya hanya diam dan hanya melihat kerja sutradara, lalu menjadi asisten sutradara, dan ilmu yang diperoleh menjadi sutradara itu secara otodidak itulah saya bisa menjadi sutradara seperti saat ini,” tuturnya.

Meskipun dirinya dikenal berasal dari Sukabumi, tapi nyatanya dirinya lahir di Kabupaten Majalengka. Karena itu, ia menggandeng Dewan Kesenian Kebudayaan (Dekkma) Kabupaten Majalengka membuat film yang pemainnya dari Kabupaten Majalengka dengan judul “Aceng Kembali ke Kota Angin” yang mengisahkan sosok Aceng diperankan Agung M Raharja asal Sumedang, yang mengadu nasib ke Jakarta.

Tapi Aceng tidak berhasil di Jakarta karena tidak mendapatkan restu dari orang tuanya, sehingga memilih pulang kampung dan bertemu dengan gadis cantik benama Dara Zunairti Rachmat, tenaga honorer di Disdukcapil Kabupaten Majalengka.

“Saya ingin bermanfaat untuk Majalengka dan film berdurasi sekitar 30-45 menit itu akan ditawarkan ke beberapa PH dan semoga bisa tayang di televisi sehingga bisa mengangkat nama Majalengka, karena syutingnya juga di Majalengka,” tutur Bobob.

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka Asikin Hidayat menyampaikan, film ini kiranya layak untuk diapresiasi. “Hasil akhir terpulang kepada pemirsa nantinya. Yang jelas ini sebuah film karya anak Majalengka asli, yang kelak akan disusul dengan karya film lainnya. Semoga kerja keras ini tidak sia-sia,” tuturnya. (Jejep/KC Online)