illustrasi

KUNINGAN, (KC Online).-

Cuaca panas akhir-akhir ini memerlukan kewaspadaan tinggi akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu upaya antisipasi harus tetap dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Selasa (15/5/2018) mengungkapkan, meskipun masih dalam kondisi siaga banjir dan longsor hingga 31 Mei 2018, namun melihat cuaca yang cukup panas sekarang ini perlu diwaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kita harus antisipasi dari sekarang, meskipun masih ada turun hujan di sebagian wilayah. Air hujan tersebut dapat merusak rumput, mudah- mudahan tidak ada kebakaran hutan dan lahan selama Ramadan. Tetapi antisipasi harus tetap dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Menghadapi ancaman terjadinya dampak kekeringan, pihaknya mulai melakukan persiapan sebagai langkah antisipasi gangguan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan menyesuaikan situasi dan kondisi.

“Meski pada tahun sebelumnya Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Kuningan yang terdiri dari kepolisian, pemerintah, perusahaan dan masyarakat berhasil mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas, bukan berarti tahun ini berpangku tangan, tapi tetap harus waspada terutama pada musim kemarau,” katanya.

Disebutkan Agus, sejauh ini pihaknya belum menetapkan siaga kekeringan dan kebakaran, dikarenakan mengikuti intruksi Provinsi Jawa Barat. Mengingat sampai 31 Mei 2018 pihaknya masih siaga banjir dan longsor.

“Kami patokannya ke Provinsi Jawa Barat, tetapi antisipasi dilakukan dari sekarang mulai dari koordinasi dengan intansi terkait,” ujarnya.

Lahan pertanian

Menurutnya, besar kemungkinan kekeringan sudah terjadi pada lahan pertanian setelah masa panen. Terutama dialami wilayah Kuningan bagian selatan dan timur.

“Tetapi untuk kekurangan air bersih, sampai saat ini kami belum menerima laporan dari warga,” katanya.(Agus/KC Online)