LOMBOK,(KC Online). – 

Dalam upaya memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi pelanggan periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2018, Telkomsel meningkatkan seluruh elemen jaringan di titik-titik strategis di jalur mudik dan pusat-pusat keramaian

Secara khusus, Telkomsel juga membangun 12.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, bagi Telkomsel, periode RAFI menjadi momentum istimewa, di mana keandalan jaringan dan layanan Telkomsel yang sesungguhnya diuji.

“Pada periode tersebut, umumnya penggunaan layanan komunikasi lebih tinggi dibanding hari biasa. Untuk itu, sejak jauh-jauh hari Telkomsel menggelar berbagai persiapan dari sisi infrastruktur maupun produk dan layanan agar pelanggan tetap bisa menikmati layanan dengan nyaman pada saat periode RAFI,” tandas Ririek dalam media ghatering di Lombok, Jumat-Minggu (11-13/5/2018).
Pada RAFI tahun ini,” lanjut dia.

Telkomsel memperkirakan terjadi lonjakan trafik layanan data sebesar 40 persen dibanding hari normal, bahkan sekitar 137 persen dibanding periode RAFI tahun lalu.

“Hal ini sangat mungkin terjadi karena perilaku komunikasi pemudik maupun wisatawan di Indonesia kini didominasi penggunaan layanan data. Tingginya penggunaan layanan data antara lain dipicu seringnya pelanggan mengunggah foto dan video aktivitas di lokasi mudik dan wisata ke media sosial serta aplikasi pesan instan,” tambahnya.

Di samping itu, pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk mengakses berbagai informasi dan direktori kuliner, penginapan, dan beragam aktivitas seni dan budaya yang bisa dilakukan di lokasi mudik dan wisata, sertamenikmati berbagai layanan hiburan digital, seperti video, musik, dan games.

“Di sisi lain, trafik layanan suara diperkirakan akan turun sekitar 8 -9 persen dibanding hari normal, sedangkan trafik layanan SMS cenderung stagnan, tidak mengalami perubahan yang signifikan dibanding hari biasa,” tukasnya.

Hal ini sudah diprediksi sebelumnya, mengingat perilaku pelanggan yang kini semakin fasih dan intensif dalam menggunakan berbagai aplikasi dan layanan digital, yang mengakibatkan turunnya intensitas penggunaan layanan suara maupun layanan SMS.

“Kualitas jaringan merupakanl prioritas utama Telkomsel dalam mengantisipasi tingginya penggunaan layanan komunikasi pada periode RAFI. Dengan mengimplementasikan 12.000 BTS 4G di seluruh pita frekuensi, kami menjamin pelanggan dapat menikmati pengalaman menggunakan layanan broadband secara optimal dan prima,” jelas Ririek.

Dari 12.000 BTS 4G tersebut, 26% di antaranya menggunakan frekuensi 2.300 MHz, 8 perse di pita frekuensi 2.100 MHz, 60 persen di pita frekuensi 1.800 MHz, dan 5 persen di pita frekuensi 900 MHz.

“Pita frekuensi 1.800 MHz merupakan pita frekuensi utama menggelar layanan LTE. Pita frekuensi 900 MHz difokuskan untuk melayani wilayah-wilayah tidak padat penduduk yang dapat menghasilkan jangkauan layanan lebih luas,” ungkapnya.

Pita frekuensi 2.100 MHz dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan tambahan LTE. Sementara pita frekuensi 2.300 MHz dimaksimalkan sebagai solusi layanan di wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

“Di samping membangun belasan ribu BTS 4G di seluruh pita frekuensi, Telkomsel juga menambah kapasitas jaringan pada 579 BTS 4G, mengoperasikan 73 mobileBTS, menambah kapasitas gateway i nternet 66 persen dari kapasitas existingmenjadi 3.288 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa,” pungkasnya.(Epih)