CALON Bupati Cirebon dari Partai Golkar, Demokrat, PBB, dan Hanura, H Rakhmat saat mengunjungi masyarakat Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (15/5/2018) *Ismail/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Calon Bupati Cirebon dari Partai Golkar, Demokrat, PBB, dan Hanura, H Rakhmat mengunjungi masyarakat yang ada di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (15/5/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Rakhmat mengaku prihatin dengan kondisi wilayah desa tersebut. Sebab, infrastruktur jalan banyak yang rusak serta minimnya penerangan menuju Desa Slangit.

Bahkan kata dia, kondisi demikian tak hanya di wilayah tersebut. Sebab ia menilai, pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah selama ini belumlah merata.

“Jadi apabila pada pilkada nanti, kami Pasangan Rakyat (H Rakhmat-Yayat Ruhyat, Red) diberi amanah oleh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memimpin daerah ini, percepatan pembangunan yang merata akan secepatnya kami lakukan,” kata Rakhmat kepada KC Online.

Selain akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang merata di daerahnya, Rakhmat juga berjanji akan memprioritaskan penanganan masalah sampah yang hingga kini masih menjadi polemik, karena belum ada solusi dari pemerintah daerah setempat.

Rakhmat mengaku, untuk menangani permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon, pihaknya sudah memiliki langkah-langkah konkrit agar dapat terselesaikan dengan cepat. Artinya, kata dia, bukan hanya sekadar janji, tetapi konsep penanganan sampah yang akan dilakukan pihaknya itu sangatlah riil.

Meski kata Rakhmat, menangani persoalan sampah di daerahnya membutuhkan waktu cukup lama. Pasalnya Kabupaten Cirebon belum melakukan pembebasan lahan yang rencananya di tiga titik, yakni timur, tengah dan barat. Artinya pascapesta demokrasi  Juni nanti, sampah masih menjadi persoalan krusial.

“Persoalan sampah ini akan menjadi skala prioritas kita untuk segera ditangani. Dan sebetulnya ini masalah sederhana, hanya saja ini bergantung dengan keseriusan pemerintah. Sangat disayangkan selama Kabupaten Cirebon berdiri tapi belum punya lahan TPA sendiri,” kata Rakhmat.

Maka lanjut dia, pengadaan lahan untuk TPA ini mutlak harus dilakukan. TPA bukan saja untuk menumpuk sampah, tapi bagaimana sampah-sampah yang ada dikelola dengan baik. Misalnya untuk energi terbarukan, batako dan aneka kerajinan lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

“Penanggulangan sampah ini harus terpadu, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten,” kata Rakhmat. (Ismail)