SAFRUDIN (63 tahun), warga jalan Siliwangi Kota Cirebon mengalami luka di kepala akibat hantaman gagang pistol gerombolan bermotor pada Sabtu (12/5/2018) malam di jalan Slamet Riyadi.* Iskandar/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Aksi brutal gerombolan motor terjadi di Jalan Slamet Riyadi, atau tepatnya di depan BTN Krucuk, Kecamatan Kejaksan, Sabtu (12/5/2018) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Akibatnya, seorang warga setempat mengalami luka di seluruh bagian kepala akibat dipoprok gagang yang diduga senjata api.

Warga tersebut ialah Safrudin (63 tahun), warga Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, mengalami luka di kepala dan harus dilarikan di rumah sakit karena dipukul gagang senjata api oleh gerombolan bermotor. Safrudin juga harus menerima 13 jahitan akibat luka yang dideritanya.

Saat itu, kata Safrudin, dirinya sedang menjaga toko dengan warga lainnya. Namun tiba-tiba gerombolan datang dan langsung menyerang dirinya.

“Saya lagi duduk biasa jaga toko, tiba-tiba ada gerombolan motor, salah satunya langsung memukul saya pakai gagang pistol. Ini karena saya sempat melihat,” kata Safrudin saat ditemui di rumahnya, Minggu (13/5/2018).

Sebelum dirinya dipukul dengan gagang pistol, dirinya sempat mendengar beberapa kali letusan yang menyerupai bunyi senjata api. Saat itu di Jalan Slamet Riyadi mulai dari rel kereta api sampai lampu merah Krucuk penuh dengan gerombolan bermotor.

Namun dirinya tidak mengetahui persis berapa kelompok gerombolan bermotor yang ada di Jalan Slamet Riyadi tersebut. Safrudin mengatakan, gerombolan motor tersebut dua kali melintas di Jalan Slamet Riyadi.

“Ada suara mirip tembakan beberapa kali sepertinya memang dari gerombolan motor tersebut. Gerombolan motor ini saya lihat dua kali muter di depan toko, tiba- tiba ada suara tembakan dan ada yang memukul saya,” ceritanya.

Awalnya Safrudin mengira orang yang memukul dirinya hanya bercanda. Namun setelah darah mengucur, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan perlawanan. Setelah itu, dirinya melihat orang yang tinggi kabur setelah memukul dirinya yang disertai bubarnya gerombolan motor tersebut.

“Posisi saya dipukul dari belakang. Saya kira teman sedang bercanda, tapi pas melihat darah keluar saya balik badan dan saya sempat pukul orangnya,” ungkapnya.

Sejumlah pengendara yang melintas dikawasan tersebut juga mengaku ketakutan karena takut terjadi apa-apa. Suasana juga dipenuhi gerombolan bermotor, sehingga membuat mencekam. Apalagi, gerombolan bermotor ini kerap berulah dan menelan korban.

Sudah diamankan

Sementara itu, warga Kota Cirebon, Acong, yang saat itu melintas menyaksikan gerombolan bermotor di Jalan Slamet Riyadi, juga mendengar suara letusan yang menyerupai senjata api. Bahkan ia melihat ada satu korban luka setelah bunyi letusan tersebut.

“Yang saya tahu saat melintas ada suara mirip letusan senjata api lalu ada korban. Setelah itu ada yang lari ke gang dan sebagian bubar,” kata Acong.

Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima laporan perihal kejadian tersebut. “Belum laporan ya, kami belum terima laporan,” kata Roland.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Renaldi mengatakan, pihaknya sudah menangkap pelaku aksi brutal tersebut. Renaldi menegaskan, suara letusan yang didengar warga bukan suara dari letusan senjata api.

“Pelakunya sudah kita amankan. Setelah dilakukan pendalamam ternyata pelaku ini membawa air soft gun bukan senjata api,” katanya.

Sementara itu, Special Respon Team (SRT) dari Polres Cirebon Kota berhasil mengamankan sekitar 35 motor dari salah satu geng motor di Jalan Pekiringan pada Minggu (13/5/3018) siang. Renaldi mengungkapkan, awalnya puluhan anggota geng motor tersebut terlibat sedikit kericuhan di sekitar Lapangan Kesenden. Saat itu tim SRT langsung menghalau agar kericuhan tidak meluas. Puluhan anggota geng motor tersebut akhirnya kabur dan tim SRT melakukan pengejaran sampai ke daerah Pandesan, Pekiringan.

“Di Pekiringan kan macet, mereka tinggal semua motornya. Kita angkut motornya ke Mako Polres Cirebon Kota,” kata Renaldi.

Renaldi membantah geng motor tersebut berkaitan dengan kejadian yang terjadi di Slamet Riyadi. Menurutnya, kelompok geng motor tersebut berbeda. Selain mengamankan motor para anggota geng motor, petugas juga berhasil mengamankan tiga anggota geng motor tersebut.

“Tiga dari mereka berhasil kami amankan. Sisanya masih dalam pengejaran petugas,” imbuhnya.(Iskandar/KC)