SUASANA pasar sandang Prapatan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu. Pasar sandang ini sudah over kapasitas hingga pedagang membludak ke bahu dan badan jalan, jumlah kios hanya tersedia 72 sedangkan pedagang lebih dari 1000. Tati/KC Online

MAJALENGKA.(KC Online).-

PASAR Sandang Prapatan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka butuh perbaikan secara besar-besaran termasuk perluasan pasar terkait jumlah pedagang yang semakin banyak hingga tidak bisa tertampung di pasar.

Akibatnya pedagang meluber ke bahu dan badan jalan hingga berdampak pada kemacetan arus lalu lintas, terlebih di bulan puasa dan jelang lebaran.

Kepala Dinas Perdagangan didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Pemda Teguh Subagja Djajasutisna mengungkapkan, jumlah pedagang di pasar tersebut kini semakin membludak sehingga butuh penataan ulang secepatnya.

“Pasar sandang prapatan ini pengunjungnya datang dari berbagai daerah tak hanya dari Kabupaten Majalengka namun juga dari luar, pasar sandang prapatan sama halnya dengan pasar sandang Tegal Gubug, Cirebon, sebagian pedagangnya juga sama. Harga sandang juga sama makanya pengunjungnya tinggi,” ungkap Teguh.

Setiap hari pasar kerap memacetkan arus lalu lintas sehingga kepolisian harus ekstra melakukan pengaturan barus lalu lintas karena pedagang kerap membluak ke bahu jalan hingga menyulitkan pengemudi dan pejalan kaki.

Terlebih menjelang Lebaran arus lalu lintas pun dialihkan karena banyaknya pedagang dan pengunjung pasar, seminggu menjelang Lebaran pagar betis oleh Satpol PP dan kepolisian dilakukan. “Karena itulah pasar harus segera diperluas atau ditingkatkan,” kata Teguh.

Terbatas

Hanya persoalannya, jika diperluas lahannya terbatas butuh pembebasan lahan milik masyarakat, kalaupun ada gedung SD yang sudah tidak dipergunakan tanahnya milik desa hanya bangunannya milik Dinas Pendidikan. “Saat ini kios yang tersedia hanya sebanyak 72 kios yang dibangun tahun 2015 lalu, sementara jumlah pedagang mencapai lebih dari 1.000,” kata Teguh.

Dijelaskan teguh, jika memanfaatkan lahan gedung SD kontur tanah di wilayah tersebut kurang bagus karena berada di bawah jalan Cirebon-Bandung. Maka ketika memasuki musim hujan, air akan masuk ke dalam pasar. Selain itu juga akan berdampak kepada masyarakat lain karena air hujan juga akan amsuk ke permukiman penduduk sekitar.

Langkah awal untuk jangka pendek perlu dilakukan penataan fasilitas para pedagang klemprakan, karena tidak memungkinkan jika dilakukan perluasan yang membutuhkan biaya sangat besar, mengingat banyak masyarakat yang terkena dampak disamping tidak seluruhnya menjual tanahnya untuk pembangunan pasar.

“Pasar Prapatan ini sudah masuk kategori pasar tipe A. Jumlah pedagang di hari pasaran Senin dan Kamis mencapai lebih bdari 1000 pedagang,” ungkap Teguh. (Tati/KC Online)