KAPOLRES Indramayu, Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin didampingi Kajari memperlihatkan barang bukti belasan juta petasan jenis korek api yang berhasil digagalkan pengirimannya, Senin (14/5/2018). Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu berhasil menggagalkan penyelundupan belasan juta butir petasan jenis korek api, Senin (14/5/2018). Rencananya petasan tersebut akan dikirim ke Jakarta dan Tangerang.

Selain amankan petasan, polisi juga menahan dua mobil bak serta supirnya untuk dimintai keterangan.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris M. Devi Farsawan mengatakan, keberhasilan penggagalan penyelundupan belasan juta butir petasan oleh jajarannya tersebut dari dua wilayah hukum kecamatan, yakni kecamatan Lobener dan Kandanghaur.

Kedua mobil semula akan mengirimkan petasan ke Jakarta dan Tangerang yang membawa sedikitnya 13 juta butir petasan jenis korek api dari tiga tempat kejadian perkara (TKP).

Dari pengungkapan kasus ini, polisi juga menangkap seorang supir berinisial SDJ dan HM sebagai supir kendaraan, serta Fer sebagai pemilik petasan. Ketiganya merupakan warga Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang dan Indramayu.

“Rencananya barang berbahaya tersebut oleh mereka akan dikirim ke pengepul di Jakarta dan Tangerang yang selanjutkan akan dijual ke beberapa kota di tempat itu. Hanya saja dalam perjalanannya dapat kita hentikan karena mereka tak memiliki surat-surat yang resmi, ” katanya.

Terbesar

Dikatakan Arif, pengungkapan kasus petasan tersebut merupakan yang terbesar sejak awal tahun 2018. Polisi berdalih petasan ini berbahaya dan sangat mengganggu kenyamanan, khususnya selama beribadah di bulan suci Ramadan.

“Ada empat atau tiga kasus yang sedang kita tangani dengan barang bukti kurang lebih 10 juta butir. Pengungkapan ini dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif saat bulan Ramadan sehingga kaum muslimin yang sedang menjalankan puasa dapat aman, tentram dan tertib dan khusuk,” ucapnya.

Karena barang bukti tersebut tak dilengkapi surat-surat ijin yang sah, maka pelaku melanggar Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 Pasal 1 Ayat 1 dan 3, dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Meski begitu, pihaknya masih mendalami kasusnya dengan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang mengangkut atau membawa bahan peledak jenis petasan tersebut itu. (Udi/KC Online)