SENIMAN Mural. PRLM/KC Online

BANDUNG, (KC Online).-

Karya jalanan (street art) dari seniman tanah air tengah menggeliat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bentuk dukungan, kompetisi street art Off Da Wall digelar akhir pekan lalu, yang diikuti 25 peserta di lobi Mal 23 Paskal dan Yello Hotel Bandung.

Pada even tersebut seluruh peserta diberi waktu tiga jam untuk menuangkan ide dalam kanvas berukuran 220 x 100 cm. Bertemakan ‘Parijs van java’, mereka membuat aneka karya dan genre dengan beragam teknik dan metode.

Asep Wahyu tampil sebagai pemenang dalam kompetisi ini. Karyanya membaurkan tokoh wayang dengan Gedung Sate yang menjadi ikon Jawa barat di Kota Bandung. Detil gambar dan tekniknya mencuri perhatian juri sehingga diaggap layak sebagai juara.

Di tempat kedua ada nama Eri Taopik dengan karyanya yang kental masyarakat urban di Kota Bandung. Karena Bandung adalah kota kembang maka ia sentuhkan detil ragam floral dengan teknik gambar khusus. Pemakaian warna gradasi merah membuat karyanya semakin bernuansa pop.

Kemudian ada Azka Rizki yang didaulat sebagai pemenang ketiga. Karyanya serupa dengan bentuk animasi yang menggabungkan macan dan juga sarat dengan warna-warna kuat seperti biru tua dan kuning.

Dinilai seniman dari berbagai negara

Karya para peserta kompetisi Off Da Wall dinilai oleh sembilan juri, antara lain empat seniman street art dari Indonesia, empat seniman lainnya dari negara lain, dan satu juri dari perwakilan Yello Hotel Bandung.

Menurut salah seorang juri, Adi Dharma yang juga menggunakan nama Strereoflow saat membuat street art mengatakan jika street art sedang ramai di kalangan penikmat seni. Karya para peserta kompetisi pun dinilainya sangat baik.

“Agak susah memilih yang paling baik. Rata-rata mereka sudah menguasai teknik menggambar street art. Alat yang digunakan pun beragam, tidak hanya mengandalkan cat semprot,” katanya. (PRLM/KC Online)