SEJUMLAH pembalap sedang bersiap siap untuk memacu kendaraan saat balapan di sirkuit Cibatu, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Minggu (6/5/2018). Kegitan balap motor ini dalam rangka sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jabar , yang diselenggarakan KPU Jawa Barat. Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Sejumlah penonton road race di Sirkuit Cibatu, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka mempertanyakan pungutan tiket kepada penonton yang nilainya mencapai Rp 25.000 serta karcis parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Padahal, menurut mereka, kegiatan tersebut adalah ajang sosialisasi pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018, yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/5/2018).

Beberapa penonton, Aminta, Wawan dan Hendi menduga, awalnya arena balapan di sirkuit tersebut akan diberlakukan secara gratis karena dalam spanduk serta informasi yang diperolehnya itu adalah ajang sosialisasi KPU dalam pemilihan guburnur dan wakil gubernur Jawa Barat.

“Rasanya kalau sosialiasi di manapun dan acara apapun itu apalagi ini adalah sosialisasi pemilu diselenggarakan secara gratis agar masyarakat luas mengetahui apa yang disosialisasikannya. Namanya juga sosialisasi jadi semua orang harus mengetahui untuk itu tidak ada yang dipungut bayaran, ini malah bayarannya mahal sekali sampai Rp 25.000 per orang,” ungkap Wawan.

Beruntung, menurutnya, banyak masyarakat yang menyukai balapan motor, sehingga penonton cukup membludak, dan panitia bisa diuntungkan. Hanya soal materi sosialisasi bisa sampai kepada masyarakat itu belum diketahui karena masyarakat datang ke acara sirkuit hanya untuk menyaksikan balapan motor.

Harus gratis

Hal senada disampaikan Hendi, pemuda asal Cirebon yang datang ke Majalengka bersama temannya untuk melihat balapan. Dia mengaku, mengetahui ada balapan motor dari temannya, hanya tidak mengetahui kalau bakal ada pungutan karcis masuk.

“Di tiket memang ada beberapa lambang penyelenggara, di antaranya lambang KPU, Pemprov Jabar juga IMi. Jadi ya kalau sosialsiasi mungkin harusnya gratis ya, karena KPUD dan Pemprov yang membiayai kegiatan,“ kata Hendi.

Komisioner KPU jawa Barat, Nita mengungkapkan Open Road Race diselenggarakan sebagai upaya sosialisasi penyelenggaraan pemilihan Gubernur Jawa Barat, sebagai wahana edukasi politik sehingga sosialisasi ini dibentuk konsep menyenangkan.

Konsep tersebut menggambarkan, pemilihan gubernur Jawa Barat ini akan menyenangkan tidak ada ketegangan dan tidak ada situasi yang mengkhawatirkan, namun kondusif. Situasi yang aman dan kondusif ini harus jaga bersama.

Ketua IMI Majalengka Budi Victor Riady menyampaikan, ungkapan terima kasih kepada KPU Jawa Barat yang telah memilih sirkuit Cibatu di Majalengka sebagai ajang sosialisasi pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Sementara itu, Komisioner KPUD Majalengka Diding Bajuri ketika dikonformasi perihal adanya pungutan tiket di ajang sosialsiasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur, mengaku tidak mengetahuinya dengan alasan KPU Provinsi Jawa Barat tidak melakukan koordinasi soal penyelenggraan balapan motor berbayar tersebut.

“Kami tidak mengetahui kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur melalui acara balapan tersebut berbayar, karena itu adalah kegiatan KPU Provinsi Jabar dan tidak ada koordinasi dengan kami,” ungkap Diding Bajuri. (Tati/KC Online)