WORKSHOP Penggunaan Aplikasi SIRUP dan E-Purchasing yang diselenggarakan RS Sumber Waras, di rumah sakit setempat belum lama ini. *Ist/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Rumah Sakit (RS) Sumber Waras yang ada di Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, terus menyosialiasikan penggunaan aplikasi Sistim Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dan E-Purchasing Rumah Sakit Swasta se-Wilayah Cirebon.

Bahkan belum lama ini, yakni pada Senin (14/5/2018) RS Sumber Waras pun menggelar Workshop terkait penggunaan Aplikasi SIRUP dan E-Purchasing ini.

Ketua Panitia saat kegiatan workshop tersebut, Hery Prambudi menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan itu berawal dari masukan dan saran Kepala Instalasi Farmasi se-Wilayah Cirebon dalam rakor IAI.

Yang bertujuan, kata dia, agar rumah sakit swasta dapat menggunakan aplikasi SIRUP dan E-Purchasing dalam pemesanan obat yang berstandar E-Catalogue.

Hery menjelaskan, SIRUP adalah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis Web yang berfungsi sebagai sarana untuk mengumumkan RUP, sedangkan E-Purchasing adalah tatacara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.

“Bagi RS Swasta di wilayah Cirebon ini masih merupakan hal yang baru. Oleh karena itu RS Sumber Waras berinisiatif menyelenggarakan kegiatan workshop ini, bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia dan LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Kabupaten Cirebon,” katanya, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu,  Direktur RS Sumber Waras, dr. Wawat Setiamiharja menyampaikan, RS Sumber Waras sebagai salah satu rumah sakit swasta yang telah memiliki akun aplikasi system tersebut, merasa perlu dan penting agar RS-RS swasta lainnya juga dapat bersinergi menggunakan sistem ini untuk pelayanan yang semakin cepat dan bermutu bagi masyarakat di wilayah Cirebon.

“Oleh karena itu RS Sumber Waras berinisiatif untuk mengawali dan memfasilitasi melalui workshop,” ungkap Wawat.

Dalam workshop yang diselenggarakan di Auditorium RS Sumber Waras itu juga diisi dengan diskusi bersama Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Cirebon,khususnya dalam hal kesiapan penggunaan aplikasi tersebut.

Sedangkan narasumber dalam workshop tersebut yakni Kepala LPSE KabupatenCirebon, Tedi Trisulo dan Ketua GP Farmasi Cirebon, Dani. Kegiatan itu juga telah dihadiri lebih dari 50 orang peserta yang terdiri para Kepala Instalasi Farmasi dan Bagian Pengadaan Rumah Sakit Swasta se Wilayah III Cirebon serta perwakilan GP Farmasi Cirebon.

Mengakhiri acara yang berlangsung sehari penuh dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore ini, LPSE Kabupaten Cirebon mengatakan, apabila dalam penggunaan aplikasi tersebut ada kendala bisa langsung mendatangi kantor LPSE Kabupaten Cirebon dan sampai seluruh stakeholder benar-benar siap menggunakan sistem itu. PBF masih bisa melayani pemesanan manualsehingga pelayanan rumah sakit terhadap para pasiennya tetap lancar, tidak terkendala. (Rilis/Ismail)