PENJABAT (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, berharap proyek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, dapat selesai pada akhir tahun 2018. PRLM/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Proyek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan diharapkan dapat selesai pada akhir 2018. Mengingat perkembangan proses pembangunan yang cukup bagus, sehingga bisa selesai lebih cepat dari yang ditargetkan pada 2019.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, mengungkapkan, saat ini proses perkembangan pembangunan waduk yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan yang juga berbatasan dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini sudah mencapai 84 persen.

“Mudah-mudahan akhir tahun (Bendungan Kuningan) bisa terealisasi. Memang target sih Mei 2019, tapi melihat progresnya yang sangat cepat, mudah-mudahan bisa terealisasi secepatnya juga,” kata Iriawan usai meninjau bendungan tersebut, pada Rabu (11/7/2018).

Iriawan menyebut pentingnya peran Bendungan Kuningan terkait dengan irigasi. Karena ada dua Daerah Irigasi (DI) yang akan diairi bendungan ini, yakni D.I. Cileweung, Kabupaten Kuningan seluas 1.000 hektar, dan D.I. Jangkelok, Kabupaten Brebes seluas 2.000 hektar.

Bendungan Kuningan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Bendungan ini memiliki manfaat reduksi banjir 68 persen, dengan ketersediaan air baku 300 liter/detik, dan tenaga listrik 500 KW.

Proyek strategis nasional

Kemudian untuk spesifikasinya, Bendungan Kuningan yang akan membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok ini, secara keseluruhan memiliki volume tampung bendungan 25,9 juta meter kubik.

Bendungan tipe urugan yang dibangun dengan nilai anggaran Rp 491,4 miliar ini, memiliki panjang puncaknya 229 meter dan terdapat terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter.

“Pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2012-2013. Karena ini masuk proyek strategis nasional, maka pembebasan lahan dan pelaksanaan konstruksi bisa dilakukan secara stimultan,” kata Iriawan.(PRLM/KC Online)