Pelepasan O2SN SMP KEPALA Disdikbud Kabupaten Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar melepas kontingen O2SN SMP yang akan berlaga di even Jawa Barat, di halaman kantor setempat, Selasa (10/7/2018).* Yan/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Sejumlah atlet Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Kuningan, Selasa (10/7/2018), dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdukbud), H. Dian Rachmat Yanuar, di sela-sela apel pagi di halaman kantor setempat.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Kontingen O2SN SMP Kabupaten Kuningan, Agung, Kepala Bidang SMP Disdikbud, Hj. Sri, Kepala Bidang Kebudayaan, Dodon Sugiharto, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI), Elon Carlan, Kepala Bidang Ketenagaan, Iis Santoso, jajaran pejabat eselon IV dan puluhan staf.

“Semoga saja, atlet-atlet O2SN SMP yang sekarang ini, mampu mengibarkan bendera panji Disdikbud Kabupaten Kuningan dengan prestasi-prestasi gemilang sesuai cabang olahraga yang diikuti baik atletik, karate, pencak silat, renang maupun cabang olahraga lainnya,” ujar Kepala Disdukbud Kabupaten Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar.

Kendati diharapkan menjadi juara, kata mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menduduki jabatan sekretaris daerah (sekda), bukan berarti harus dijadikan beban tetapi berjuanglah semaksimal mungkin.

Sebab, dalam sebuah pertandingan merupakan proses pembelajaran pengalaman, etitut, jiwa sportifitas dan hal lainnya yang sangat penting dalam pembentukan generasi muda yang berkarakter. Karena orang sukses itu, adalah hasil kerja keras, bukan faktor bakat yang hanya mempengaruhi sekitar sepersen saja.

Untuk itu, para pendamping pesilat sesuai kecabangannya, jangan sampai lengah atau malah meninggal kewajibannya hanya karena bertemu teman atau hiburan di Kota Bandung. Tetapi jalankan tugasnya, guna mengawasi segala macam kebutuhan atlet dari mulai makan, vitamin, penginapan, pola latihan sampai pada pertandingan dan evaluasi hasilnya.

“Jangan jadikan beban untuk menjadi juara tetapi berjuanglah semaksimal mungkin sesuai porsi latihan di sekolahnya masing-masing dan bagi para pendamping pesilat, harus benar-benar melaksanakan tugas sebagaimana mestinya supaya segala sesuatunya terkontrol,” tandasnya.

Berkaitan dengan esktrakulikuler di sekolah, lanjut Dian, itu sangat penting karena keberhasilan seseorang dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya ditunjang dari hasil pendidikan akademik saja. Melainkan, tidak sedikit orang sukses dan berhasil karena mereka menjadi orang paripurna yang mampu mengembangkan otak kanan dan kirinya.(C-29)