KETUA TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama didampingi seluruh Pengurus Pokja III PKK, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (26/7/2018). Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kuningan berhasil menjadi juara pertama Lomba Kreasi Penampilan Penyajian Menu dan Aplikatif pada Lomba Cipta Menu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2018, dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS), di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (25/7/2018).

Dalam lomba yang bertemakan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat tersebut, TP PKK Kabupaten Kuningan mampu mengungguli peserta lainnya dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Disusul Kabupaten Bandung di posisi kedua dan Kota Tasikmalaya sebagai juara ketiga. Selanjutnya, juara pada lomba ini akan mewakili Jawa Barat pada even serupa tingkat nasional 2018 yang akan dilaksanakan pada Oktober, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama mengemukakan, dengan prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong, menstimulan dan mengedukasi menu makanan asli produk lokal Kabupaten Kuningan menjadi kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat. Karena dengan pangan yang bergizi secara tidak langsung dapat berdampak baik terhadap kecerdasan anak, Sekaligus meningkatkan ketahanan pangan lokal di Kabupaten Kuningan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pengurus TP PKK Kabupaten Kuningan atas kebersamaan dan kekompakannya sehingga prestasi ini dapat diraih, terutama kepada TP PKK Kecamatan Cilimus yang mewakili Kabupaten Kuningan. Karena TP PKK Kecamatan Cilimus menjadi juara dalam Lomba Menu dan Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Keamanan Pangan Segar di Kabupaten Kuningan yang dilaksanakan pada 18 Juli 2018,” katanya.

Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Novita Iriawan mengungkapkan kualitas konsumsi pangan atau yang digambarkan dengan pencapaian skor pola pangan harapan (PPH), salah satunya dipengaruhi oleh keanekaragaman jenis pangan yang dikonsumsi.

“Berdasarkan data dari DKPP Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017, PPH Jawa Barat masih berada pada angka 85,2. Walaupun angka ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu 84,3 pada 2016, namun secara keseluruhan angkanya masih di bawah nasional yaitu 90,4 pada tahun 2017. Hasil dari kreativitas peserta dalam lomba ini, hendaknya dapat disosialisasikan kepada masyarakat sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, mengatakan lomba cipta menu tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pentingnya konsumsi pangan B2SA serta halal dan pemahaman masyarakat dalam penerapan prinsip B2SA, karena makin beragam semakin baik. Ditambah untuk mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA yang berbahan lokal.

“Materi lomba tahun ini, pemenuhan pangan untuk remaja puteri khususnya sumber protei hewani dan zat besi.Makin colourful juga makin bagus dan seimbang. Jadi yang masih anak-anak, tua, remaja harus seimbang antara protein, karbohidrat, mineral dan vitamin,” katanya.(Erix/KC Online)