KERETA wisata sarat penumpang dikabarkan mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Rancasari Kecamatan Bangodua, belum lama ini. Cipyadi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Kereta wisata sarat penumpang dikabarkan mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Rancasari Kecamatan Bangodua awal pekan ini. Kereta wisata atau yang akrab disebut odong-odong yang ditumpangi belasan penumpang itu terjerembak ke dalam sawah yang terletak di sisi jalan raya bersama penumpang di dalamnya.

Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa itu menyita perhatian Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu. Satlantas pun mengimbau kepada para pemilik odong-odong untuk tidak membandel dengan nekat beroperasi di jalan raya. Selain melanggar ketentuan lalu lintas, beroperasinya kereta wisata hasil modifikasi tersebut juga mengancam keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

“Odong-odong atau kereta mini, sebenarnya kendaraan wisata. Hanya bisa beroperasi di lokasi wisata. Kendaraan itu tidak boleh beroperasi di jalan raya karena berbahaya,” jelas Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu Ajun Komisaris Asep Nugraha, Selasa (10/7/2018).

Selain menyampaikan himbauan kepada pemiliknya, Satlantas juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan odong-odong sebagai kendaraan angkutan penumpang. Sebab desainnya dirancang bukan untuk kendaraan penumpang, jadi memang sangat membahayakan jika beroperasi di jalan raya. Apalagi ditemukan beberapa kendaraan yang ditambah panjang rangkaian gerbongnya.

Dari sisi suku cadang, odong-odong juga kerap menggunakan sparepart bekas. Seperti ban gundul, lampu sein bekas atau bahkan tidak berfungsi, hingga suku cadang lainnya yang bekas pakai dan tidak layak digunakan. Sehingga ini tidak memenuhi syarat kelaikan.
“Kami akan menindak tegas odong-odong yang nekat beroperasi di jalan raya. Apalagi keliling membawa penumpang,” tandasnya.

Satlantas Polres Indramayu akan melakukan pemetaan dan menyisir sejumlah lokasi yang ditengarai kerap menjadi lokasi beroperasinya odong-odong. Jika terbukti melanggar ketentuan hukum dan peraturan lalu lintas, maka kendaraan tersebut akan dikandangkan.

Tindakan tegas ini dilakukan untuk memberikan efek jera. Baik kepada pemilik, pengemudi, maupun kepada masyarakat sebagai penumpang. Ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal.

“Kami mengajak semua pihak untuk mewujudkan Indonesia tertib. Salah satunya dilakukan dengan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan,” pungkasnya. (Cipyadi/KC Online)