Nurhadi, Ketua Panwaslu Kab. Indramayu. (Profil). Ratno/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Ditemui KC Online, Sabtu (28/7/2018), Ketua Panwaslu Kab. Indramayu, Nurhadi mengatakan, sosialisasi upaya pencegahan dan pemahaman tentang pelanggaran berkampanye yang dipaparkan di hadapan para bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Golkar (PG) yang akan melenggang di arena Pemilu 2019 mendatang, dinilai sangat penting untuk diketahui dan dipahami.

Dengan demikian, hasilnya mampu diimplementasikan untuk mencegah agar tidak terjadi pelanggaran tentang aturan berkampanye. Sesuai aturan, untuk saat ini yang boleh dilakukan hanya sebatas memasang bendera parpol maupun pertemuan-pertemuan internal partai.
Artinya, para bacaleg dilarang berkampanye sebelum jadwal kampanye.

“Kampanye boleh dilakukan tiga hari setelah adanya pengumuman dari bacaleg menjadi daftar calon tetap (DCT) yang dikeluarkan secara resmi dari pihak KPU Kab. Indramayu,” katanya.

Diterangkan Nurhadi, pengumuman dari bacaleg menjadi DCT atau calon legislatif (caleg) dikeluarkan KPU Indramayu pada tanggal 20 September 2018 yang artinya para caleg diberikan waktu untuk melakukan kampanye mulai tanggal 23 September hingga memasuki hari tenang Pemilu 2019.Dengan kata lain, waktu tersebut dapat dimanfaatkan para caleg untuk mempromosikan dirinya ke tengah masyarakat.

Baik dalam bentuk sosialisasi maupun dalam bentuk kampanye asalkan seimbang. “Saya berharap, hasil sosialisasi ini dapat dipahami para peserta. Sehingga, dapat terhindar dari pelanggaran tata tertib berkampanye,” imbaunya.

Kendati sosialisasi ini dilakukan atas permintaan dari pihak PG, tetapi dirinya membuka diri bilamana pihak parpol lain memintanya untuk memberikan sosialisasi upaya pencegahan dan pemahaman berkampanye. Mengingat sosialisasi semacam ini dipandang sangat penting maka pihaknya akan senantiasa siap untuk melakukan sosialisasi serupa terhadap parpol lainnya yang ada di Kab.Indramayu.

“Secara pribadi maupun lembaga, saya senantiasa siap untuk melakukan sosialisasi yang sama terhadap parpol-parpol yang ada di Kab. Indramayu,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Herti Susanah salah seorang bacaleg PG asal dapil I menilai, sosialisasi ini sangat penting untuk diketahui dan dipahami para bacaleg tentang tata cara upaya pencegahan dan pemahaman berkampanye, sehingga nantinya setelah resmi menjadi caleg dapat melakukan berbagai sosialisasi atau berkampanye sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Saya sangat apresiasi, karena manfaatnya sangat baik untuk saya maupun bagi teman-teman sesama bacaleg lainnya,” tandasnya.

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor DPD PG Indramayu, Sabtu (28/7/2018) yang menghadirkan dua orang narasumber yakni Komisioner Divisi Teknis KPU Indramayu, Fitrahari dan Ketua Panwaslu Kab. Indramayu, Nurhadi itu, disambut antusias 50 orang bacaleg PG yang hadir. (Ratno/KC Online)