BUPATI Indramayu, Hj. Anna Sophanah didampingi KTNA ketika meninjau langsung areal pertanian, belum lama ini. Ratno/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu bersama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terus melakukan inovasi dan terobosan untuk menghasilkan bibit unggul padi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Indramayu.

Salah satunya, metode yang kini tengah dikembangkan berupa Sistem of Rice Intensification – Network Sistem / Natural Ecologic Work Sistem (SRI News).

Sistem SRI News merupakan terobosan dan inovasi serta krativitas para petani untuk menciptakan benih pada yang bisa berproduksi banyak serta bisa tahan terhadap keurangan air. Dengan SRI News bisa menghasilkan pada sekitar 10,4 ton per hektar dari metode biasanya yang hanya menghasilkan 7-8 ton per hektar.

Atas terobosan yang digagas oleh KTNA tersebut, baru-baru ini Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah meninjau langsung areal pesawahan yang dijadikan sebagai pusat pelatihan SRI News yang terletak di Kecamatan Cikedung dan Kecamatan Terisi.

Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Dasma Adiwijaya menjelaskan, metode SRI News ini memiliki keungggulan diantaranya menggunakan pupuk organik dan jumlah produksi lebih tinggi dibanding cara konvensional.

“Petani sudah mulai menerapkan metode ini dan hasilnya bisa mencapai 10 ton per hektare dan daya tahan terhadap kekeringan lebih tinggi, ini disambut gembira bagi petani yang sudah mulai menerapkannya,” katanya, kemarin.

Dalam SRI News, ada berbagai metode yakni metode 1 benih 1 tancep, metode 3 benih 1 tancep, metode hazzton satu rumpun 20-30 tancep, dan metode bledogan. “Sampai saat ini masih terus dilakukan uji coba dan jika ini berhasil maka petani di Kabupaten Indramayu akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah yang melihat langsung lokasi pusat pelatihan tersebut sangat terkesan dengan inovasi para petani tersebut bahkan menyempatkan untuk berputar-putar di areal pematang sawah untuk melihat secara langsung bibit padi yang dimaksud.

“Ini sungguh luar biasa, jika bisa menghasilkan 10,4 ton per hektare maka bisa meningkatkan taraf kehidupan para petani di Indramayu. Kita terus dukung para petani untuk menghasilkan yang terbaik,” imbaunya.

Pemanfaatan SRI News ini sudah dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok Tani Mulus Desa Mundakjaya Kecamatan Cikedung, melalui ketuanya Muhaemin, para petani sudah merasakan manfaat dari metode ini.

Bahkan kegigihan petani di kelompok Tani Mulus, produk-produk dari kelompoknya sudah tersedia di berbagai super market di wilayah Indramayu, Cirebon, Bandung, dan Tegal.(Ratno/KC Online)