MENGHADAPI penerimaan siswa baru (PSB), transaski jasa Pegadaian mengalami peningkatan.* Ist/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Menghadapi penerimaan siswa baru (PSB), transaksi jasa Pegadaian mengalami peningkatan. Untuk bisa menyekolahkan putra putrinya ke jenjang pendidikan lebih tinggi, sebagian besar masyarakat harus rela membawa dan menggadaikan barang berharganya.

Pantauan KC, di beberapa jasa pegadaian di wilayah Cirebon, Senin (9/8/2018), antusias masyarakat menggadaikan barang berharganya cukup tinggi. Mereka harus rela antre, demi mendapatkan dana talangan dari sejumlah jasa pegadaian tersebut.

Hal itu, sebagaimana terlihat di Pegadaian Cabang Plered Cirebon. Pada jasa gadai tersebut, sekalipun memasuki masa istirahat, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap antre sampai jasa gadai ini kembali dibuka bagi umum.

“Sudah tanggung ke sini. Kalau pulang lagi, khawatir lama dan barang bawaan saya tidak jadi ditaksir juru taksir. Karenanya, sekalipun pelayananya sangat lama, kita harus tetap bersabar,” imbuh Dini, nasabah Pegadaian Plered kepada kabar-cirebon.com.

Dini yang datang ke Pegadaian tersebut dengan membawa barang gadainya berupa perhiasan, mengaku, sangat terbantu jasa gadai. “Ya, untuk membeli seragam anak-anak. Selain itu juga melunasi biaya pendaftaraan sekolah anak-anak,” tuturnya.

Ungkapan senada dituturkan, Fardi. Menurutnya, untuk bisa menyekolakan putra-putrinya, ia harus memiliki biaya yang sangat besar. Apalagi, ia bekerja hanya sebagai buruh bangunan, biaya yang harus dikeluarkanya tentunya akan semakin bertambah besar.

“Dibandingkan dengan pendapatan saya sebagai kuli bangunan, tidak akan cukup tentunya untuk bisa menyekolakan anak-anak. Karena itu, saya terpaksa menggadaikan satu-satunya BPKB kendraan bermotor saya,” ujarnya.

Analis Kredit Pegadaian Cabang Plered, Junaedi mengungkapkan, menghadapi penerimaan sisa baru, sekalipun transaksi pegadaian meningkat, akan tetapi tidak seramai saat menjelang Hari Raya Idulfitri kemarin. “Ada peningkatan, akan tetapi tak seperti pada saat menghadapi momen lebaran kemarin. Sekarang, peningkatannya diprediksi antara 10-20 persen,” tandasanya.

Sekalipun pihaknya tak mengetahui meningkatnya transaksi jasa gadai secara pasti. Akan tetapi, diyakini bila alasan utama masyarakat menggadaikan barang berharganya, dikarenakan terdorong dengan keperluan biaya sekolah.

“Ini kan hampir setiap momen terjadi. Yang kebetulan, saat ini kan menghadapi penerimaan siswa baru, kemungkinan banyak dari sebagian masyarakat menggadaikan barang berharganya,” tutupnya. (C-10)