PENJUAL batik memperlihatkan barang dagangannya yang sedang dipilih-pilih oleh pembeli, di Nisya Batik, perbatasan antara Desa Cikubangsari dengan Cilowa, Kecamatan Kramatmulya, belum lama ini. Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Upaya untuk semakin mengenalkan batik Cikubangsari secara luas dilakukan pengusaha batik khas Kuningan ini, dengan selalu menjaga kualitas produk dan pengemasan. Sehingga dapat meningkatkan nilai jual dalam pemasaran serta mensejahterakan para pengrajinnya.

“Industri kerajinan batik bermotif tradisional dengan menampilkan ikon khas kedaerahan dan tetap menggunakan pewarna alam, akan mendongkrak nilai jual dan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing dengan batik-batik daerah lain,” ungkap Sutisna, pengusaha batik khas Kuningan di galeri batiknya, yang berlokasi di perbatasan Desa Cikubangsari dengan Cilowa, Kecamatan Kramatmulya, Selasa (7/8/2018).

Dengan keteguhannya menggunakan metode pembuatan batik tersebut, kini usaha yang dirintisnya sejak 2007 telah berkembang. Dari semula hanya dilakukan di rumah, sekarang telah mampu membangun rumah batik, dengan desain nuansa yang artistik.

Di dalam rumah batik ini, terdapat butik tempat memasarkan hasil produksinya dan ruang pembuatan batik yang menampung 20 orang pekerja, untuk proses penjemuran dan gudang.

“Toko batik Nisya diambil dari nama anak saya. Alhamdulillah dari 20 pekerja mampu membuat sekitar 400 helai kain batik per bulannya. Dengan omset mencapai Rp 80 juta per bulan, untung bersihnya di kisaran 10-15 persennya, karena harus membayar upah pengrajin, belanja bahan baku dan perlengkapan lainnya,” kata Tisna.

Dikemukakan sang istri, May Marsiti, menggeliatnya industri batik Kuningan tidak lepas dari peran pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM), serta Dewan Kerajinan nasional Daerah (Dekranasda).

Ia menuturkan, dinas terkait membantu dalam pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, menuntun dalam penciptaan motif-motif batik khas Kuningan, membantu dalam pembuatan merk dagang, dan mengajak dalam even pameran di dalam dan luar kota. Kemudian Dekranasda membantu dalam hal promosi dan pemasaran, hingga informasi teknologi.

“Selama ini pemerintah daerah selalu membantu kami, mulai dengan memesan batik untuk seragam kantor. Terlebih kalau Pemda kedatangan tamu dari pejabat daerah lain, ataupun pejabat negara, sering diajak berkunjung ke rumah batik kami,” katanya.

Motif menarik

Sementara itu menurut salah seorang pelanggan Hj. Widyani, ketertarikannya untuk membeli batik yang diproduksi oleh rumah batik ini, karena kualitas kain dan motif batiknya sangat bagus, serta bisa dibuat pakaian dengan model yang kekinian.

“Kalau IBI akan mengadakan acara seperti peringatan hari jadi, ataupun ada anggota yang mau hajatan, biasanya kita kompak mengenakan pakaian seragam batik, dan suka memesan dari batik Cikubangsari ini,” kata ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kuningan ini.(Erix/KC Online)