SAPI Impor berukuran besar dijual untuk bewan kurban di Rumah Potong Hewan, Desa Batembat, Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon, Kamis (9/8/2018).* Iwan/KC Online

Oleh Fanny Krishna-Kabar Cirebon

SAPI jenis Oongol berpunuk satu itu tidak bernama. Ia tengah asyik memakan jerami di Rumah Potong Hewan di Desa Batembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, saat kabar-cirebon.com mendatanginya di kandangnya, Kamis (9/8/2018).

Kandangnya ditempatkan paling ujung, sebagai tanda sapi ini penghuni istimewa di RPH tersebut. Sementara sapi-sapi lainnya yang baru datang ditempatkan di  kandang paling depan.

Sapi jenis oongol ini memang penghuni istimewa, sebab ia sudah lima tahun berada di RPH, berat badannya mencapai 800 kilogram, dan telah ditawar Rp 90 juta oleh seseorang, namun pemiliknya enggan melepasnya. Jelang Iduladha tahun ini, sapi ini tidak akan dipotong. Ia adalah ikon RPH Batembat.

“Sapi ini sudah ada lima tahun di RPH, dia dititipkan oleh warga bernama H Imron. Meski makin lama sapi dititipkan  di RPH kita semaki rugi, tapi kami petugas di RPH ini sudah sayang banget sama sapi yang satu ini,” kata Untung (47 tahun), salah satu petugas di RPH.

Menurutnya, para petugas tiap hari memandikan sapi tersebut. Sebab, sapi tidak akan tumbuh dengan baik jika tidak dimandikan. Dengan berat hampir mencapat 1 ton, sapi ini pun disediakan makanan istimewa yang dianggarkan langsung oleh pemiliknya.

“Sapi ini makan konsentrat dan ampas tahu serta jerami. Tiap harinya dia makan setengah karung beras ampas tahu. Merawatnya pun tidak susah, dia makannya tidak ribet,” katanya.

Untung menambahkan, umur sapi ini sudah tujuh tahun, dan dibawa pertama kali ke RPH saat umurnya dua tahun.

“Dulu saat dibawa pertama kali ke sini beratnya masih jauh di bawah, kata pemiliknya sapi ini tidak akan dipotong pada tahun ini. Kalau tahun depan tidak tahu, tapi sayang juga sih kalau dipotong. Kemarin-kemarin sapi ini juga ada yang menawar Rp 90 juta, tapi pemiliknya tidak mau melepasnya,” katanya.

H Imron sendiri bukan hanya memiliki satu sapi serupa dengan jenis oongol ini. Sebab, dia juga memiliki satu jenis sapi simental yang kini sudah dipotong.

“Sapinya berwarna cokelat, lebih berat dari sapi ini, yang itu beratnya mencapai 1 ton. Pemiliknya sudah memotongnya pada Idulfitri tahun ini. Sapi itu pun cukup lama dititipkan di sini, sekitar lima  tahun, kami kehilangan saat ia sudah dipotong,” ujarnya.

Sementara itu, jelang Iduladha yang hanya tinggal seminggu lebih, belum ada lonjakan permintaan sapi-sapi di RPH Batembat ini.

Menurut Untung, lonjakan kedatangan sapi biasanya terjadi pada H-3 Iduladha.

“Biasanya juga tiap tahun begitu, lonjakannya pada H-3. Tapi biasanya kita juga memotong sapi hingga H+1, warga sekitar banyak yang memotong sapinya di sini, kita gratiskan tanpa dipungut biaya sepeser pun,” ucapnya.

Di RPH Batembat sendiri ada tiga penjagal yang telah memiliki sertifikat dari MUI. Menurut Untung, sertifikat ini sangat penting agar masyarakat mengetahui kehalalan saat penyembelihan sapi.***