SATUAN Reserse Kriminal Polsek Talaga Polres Majalengka, berhasil mengamankan pelaku penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja yang mengatasnamakan PT. Angkasa Pura di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Dua orang tersangka pelaku penipuan tenaga kerja di Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati diamankan pihak Kepolisian Sektor Talaga setelah mereka beroperasi melakukan penipuan selama kurang lebih satu tahunan, Rabu (8/8/2018) siang.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa sejumlah kwitasi penyetoran uang dari calon tenaga kerja, satu unit computer, dua buah sepeda motor, serta beberapa berkas yang berkaitan dengan aksi penipuan.

Menurut Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Noviana Tursanurohmad didampingi Kapolsek Talaga Eko Susilo, kedua tersangka adalah Agus (40 tahun) warga Jl Kartini, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka serta Cecep Mulya (50 tahun), warga Blok Cipeucang II, Desa Talagawetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.

Mereka diamankan setelah adanya laporan dari salah seorang korban Moch Rizky Ajie Firdausy (23 tahun) warga Blok Karanganyar, RT 012 RW 004, Desa Talagawetan, Kecamatan Talaga ke Polsek Talaga. Berdasarkan keterangan sementara pada bulan Februari lalu korban mendaftarkan untuk ikut bekerja di BIJB melalui Cecep, karena Cecep dikenal sebagai koordinator yang melakukan perekrutan tenaga kerja di BIJB.

Ketika mendaftar Rizky ataupun calon tenaga kerja lainnya tidak menyerahkan berkas lamaran karena tersangka hanya mensyaratkan pendaftaran tersebut dengan menyerahkan biaya pendaftaran sebesar Rp 1.800.000 ditambah untuk pelaksanaan diklat sebesar Rp 4.000.000. Demikian juga dengan ratusan pelamar lainnya, hanya menyerahkan uang pendaftaran.

Namun hingga beberapa kali dijanjikan untuk mengikuti diklat ternyata selalu bohong, hingga akhirnya korban curiga apa yang dilakukan tersangka adalah penipuan.

Sementara Cecep Mulya mengaku melakukan perekrutan atas kerja sama dengan Agus, sehingga sebagian uang pendaftaran dan uang diklat mengalir ke Agus.

“Sekarang setelah adanya orang yang mengadu akhirnya setiap hari Polsek didatangi puluhan puluhan orang yang juga ikut mendaftar. Mereka ingin mengetahui kebenaran penahanan tersangka karena mereka ikut mendaftarkan diri,“ ungkap Eko.

Sebetulnya, menurut Kapolres dan Eko, sejak lama masyarakat sudah diperingatkan agar jangan mau tergiur oleh iming-iming perekrutan tenaga kerja di bandara, namun nyatanya masyarakat tetap berharap bisa dipekerjakan di BIJB.

Dijanjikan

Dari sejumlah pelamar ini, sebagian di antaranya mengaku akan dipekerjakan sebagai petugas di dapur umum sebagai juru masak, ada juga yang dijanjikan akan bekerja di gudang, petugas keamanan atau satpam, petugas kebersihan, dan sejumlah posisi lainnya di bandara dan Angkasa Pura.

Sedangkan perkenalan antara Agus dan Cecep berlangsung di sebuah warung di Kertajati, ketika itu katanya Agus menyebutkan bahwa dirinya bekerja sebagai Satpam Angaksapura II di Jakarta dan kenal dekat dengan Mr Liu petinggi di PT Angaksapura yang biasa merekrut tenaga kerja.

Keduanya akhirnya sepakat untuk merekrut tenaga kerja dengan persyaratan uang pendaftaran Rp 1.800.000 per orang hingga Rp 2.000.000 ditambah uang diklat Rp 4.000.000. Cecep berupaya mencari calon tenaga kerja ke sejumah wilayah di Majalengka dan Ciamis.

“Belum diketahui berapa banyak orang yang tertipu, hanya kini orang yang mengaku telah mendaftar terus berdatangan. Kami sekarang sudah memeriksa beberapa saksi yang mendaftar dengan penyerahkan uang bervariasi, ada yang Rp 1.300.000, Rp 1.800.000 dan Rp 2.000.000, karena uang pendaftaran ini katanya disesuaikan dengan job pekerjaan nanti, misalnya tukang masak nasi berbeda dengan petugas keamanan atau petugas administrasi,” kata Eko.

Diperoleh informasi jumlah calon tenaga kerja yang tertipu mencapai ratusan orang dan sebagian di antara mereka ada yang menyerahkan uang Rp 6.000.000 hingga Rp 15.000.000. (Tati/KC Online)