Dave Laksono

CIREBON, (KC Online).-

Partai Golkar Kabupaten Cirebon solid mendukung calon presiden  dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ketua Golkar Dave Akbarsyah Fikarno mengatakan, saat ini Golkar Kabupaten Cirebon sudah 99 persen mendukung pasangan tersebut. Sebab, keputusan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin ini sudah menjadi ketentuan DPP Partai Golkar.

“Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar akan segera digelar untuk dukungan tersebut, agar kami lebih loyal mendukung dan memutuskan strategi pemenangan,” kata Dave, Rabu (22/8/2018).

Menurutnya, suara sumbang terkait pasangan ini tidak akan berpengaruh apa pun terhadap dukungan Partai Golkar.

“Kalaupun ada sumbang terkait pasangan ini, bagi kami tidak ada pengaruhnya sama sekali. Kalaupun posisi KH Ma’ruf berdampak kepada suara milenial, maka kami akan melakukan upaya untuk penguatan infrastruktur partai, yaitu membentuk tim pemenangan di tiap tempat pemungutan suara. Sehingga, tim kami tidak hanya dibentuk di tiap desa dan kecamatan, tapi juga tiap TPS untuk menjaga dan mengawal syara,” ujar Dave.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. Menurut dia, tidak ada alasan untuk ragu dalam menjatuhkan pilihan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mantan Bupati Purwakarta itu menyebut Pilpres 2019 akan berlangsung sejuk. Tidak akan ada lagi isu SARA sebagaimana pernah membelah konstelasi publik pada Pilpres 2014. Saat itu, isu sektarian menjadi andalan salah satu pasangan calon untuk menyudutkan pasangan calon lain.

“Saya kira di Pilpres 2019 ini tidak ada isu SARA. Kalau pun ada, tidak akan memperoleh ekspose bagus. Lha kan cawapres Pak Jokowi ini mbahnya ulama. Ini sesuai dengan keinginan mereka yang menginginkan cawapres berasal dari ulama,” ungkap Dedi.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menurut Dedi, merupakan pasangan ideal secara ideologi. Pasalnya, keduanya memiliki akar dan ceruk potensial untuk mendulang suara di Pilpres 2019. Jokowi berasal dari kalangan nasionalis. Sementara Kiai Ma’ruf berasal dari kalangan religius.

Duet maut ini diyakini Dedi menjadi solusi bagi perdebatan berkepanjangan antara kaum nasionalis-moderat-plural dengan kaum fundamentalis-ultranasionalis. Keduanya merupakan sintesa dari kondisi bangsa yang seolah terbelah akibat Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017 lalu.

“Pak Jokowi menunjukkan sikap seorang negarawan. Beliau paham betul kondisi bangsa Indonesia. Pasangan ini menjadi perekat tenun kebangsaan kita. Tidak ada keraguan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sehingga Partai Golkar akan sekuat tenaga memenangkan pasangan ini,” tambah Dedi.(C-11)