Dadan Hamdani, Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Teknis. Agus/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Jumlah bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang akan memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan bisa berkurang.

Dari 16 partai politik (parpol) peserta pemilu, beberapa di antaranya ada yang memutuskan mengurangi jumlah bacaleg, jika hasil pengecekan verifikasi atau perbaikan berkas masih terdapat kekurangan.

Hal itu akan diketahui setelah adanya pengecekan hasil perbaikan berkas yang diserahkan parpol ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan. Sejauh ini partai yang sudah dinyatakan lengkap dan berkas administrasi bacalegnya tak bermasalah baru 6 partai.

“Semua parpol ada berkas yang harus diverifikasi, rata-rata legalisir ijazah bacaleg belum. Ada yang menyerahkan ijazah S1, S2 dan SMA tapi yang sudah dilegalisir tidak dilampirkan.
Kalau ijazah bodong bukan kewenangan kami. Karena kami memverifikasi itu jika ada tanggapan masyarakat.
Misalnya ada bacaleg melampirkan ijazah S1, setelah diumumkan daftar calon sementara (DCS) lalu mendapat tanggapan dari masyarakat, bahwa dia hanya lulusan SMA. Tentu kami akan mengklarifikasinya melalui parpol,” kata Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Teknis, Dadan Hamdani.

Masyarakat yang akan memberikan tanggapan terhadap DCS bacaleg, bisa disampaikan melalui pesan tertulis atau surat dengan mencantumkan identitas diri. Kemudian setelah adanya tanggapan tersebut, tim verifikasi KPU akan mengklarifikasi ke parpol. Selanjutnya parpol mengklarifikasi langsung ke bacalegnya dan hasil klarifikasi diserahkan ke KPU.

Manipulasi data

“Jika hasil klarifikasi itu bodong, berarti masuknya manipulasi dan datanya kami coret. Jika pihak yang memberi tanggapan ingin memperpanjang kasus pemalsuan itu kepada kepolisian, silahkan saja. Sementara laporan dari hasil klarifikasi parpol itu dinyatakan asli ijazahnya, kami akan datang ke sekolahnya untuk mengecek kembali kebenarannya ,” kata Dadan.

Dikemukakannya, waktu penyerahan berkas bacaleg yang kurang lengkap dimulai sejak 21 Juli-1 Agustus 2018 pukul 24.00 WIB.Sehingga tidak ada toleransi waktu untuk melengkapi kembali kekurangan berkas persyaratan.

“Sampai dengan kemarin yang sudah tidak masalah dengan administrasi itu baru 6 parpol,” ujarnya.

Lebih lanjut Dadan mengatakan, DCS akan diumumkan pada 12 Agustus 2018 di media massa, pemasangan spanduk, baligo, dalam aplikasi di android dan memasang datanya di setiap desa.

“Makanya kami bekerjasama dengan media juga agar dapat mempublikasikan DCS bacaleg, sehingga masyarakat bisa memberikan tanggapan,” katanya. (Agus/KC Online)