KEPALA Seksi Pidana Khusus M. Zainur beserta tim penyidik kembali memeriksa tersangka yang diduga korupsi keuangan desa tahun 2016, Selasa (7/8/2018). Agus/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Kejaksaan Negeri Kuningan menahan Kepala Desa (Kades) Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Samad (59 tahun), Selasa (7/8/2018).

Penahanan ini dilakukan terkait kasus dugaan korupsi keuangan desa yang bersumber dari dana desa, anggaran dana desa, bantuan infrastruktur perdesaan dari APBD, bagi hasil pajak retribusi daerah dan keuangan desa lainnya hingga merugiakan negara Rp 140.357.650.

Pada hari itu, sekitar pukul 10.00 WIB, penyidik Unit Anti Korupsi Kepolisian Resor (Polres) Kuningan melimpahkan berkas pemeriksaan tahap 2 ke penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kuningan. Setelah itu penyidik Seksi Pidsus kembali memeriksa Kades Padabeunghar.

Usai dilakukan pemeriksaan, tersangka akhirnya dikirim petugas untuk menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kuningan terhitung sejak 7 sampai 26 Agustus 2018.

“Tersangka Samad selaku Kades Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan kami lakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Lapas Kelas II A Kuningan. Yang bersangkutan diduga korupsi anggaran keuangan tahun 2016,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Adhyaksa Darma Yuliano.

Ia mengungkapkan, modus korupsi yang dilakukan tersangka ini berupaya menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan nilai kerugian negara Rp 140.357.650. Hasil audit Inspektorat Kabupaten Kuningan pun dinyatakan tersangka telah merugikan negara.

“Penyidik menjerat tersangka Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana subsider Pasal 3 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kami berikan ancaman maksimalnya 18 tahun penjara berikut denda dan uang pengganti,” katanya.

Secepatnya dilimpahkan

Menurut dia, setelah jaksa menerima berkas, barang bukti dan tersangkanya, akan kembali meneliti berkas tersebut untuk memastikan kelayakan kasus tersebut, ditingkatkan atau tidak ke penuntutan.

Jika layak, maka jaksa akan membuat dakwaan dan persiapan limpahan ke Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

“Pokoknya kami akan segera melimpahkannya. Untuk sementara ini tersangka kami tahan di Lapas Kuningan untuk 20 hari ke depan. Jika semuanya sudah selesai dan layak ditingkatkan ke penuntutan, maka tersangka akan dipindah ke Lapas Kebonwaru,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuningan Ajun Komisaris Besar Iman Setiawan mengungkapkan saat jumpa pers, pada saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik di Polres Kuningan, tersangka yang diduga korupsi tidak dilakukan penahanan.(Agus/KC Online)