Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Polisi Noviana Tursanurohmad saat memimpin sidang nikah/nasihat kepada 8 pasangan calon anggota Polres Majalengka yang akan menikah di Aula Kanya Wasistha Polres Majalengka, . Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Semua calon istri polisi harus menyadari kalau istri di rumah diibaratkan sebagai istri kedua, karena istri pertamanya adalah pekerjaannya sebagai anggota polisi yang bekerja selama 25 jam artinya ke selurah waktunya akan dihabiskan untuk menjalankan tugas kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Polisi Noviana Tursanurohmad saat memimpin sidang nikah/nasihat kepada 8 pasangan calon anggota Polres Majalengka yang akan menikah di Aula Kanya Wasistha Polres Majalengka, Selasa (14/08/2018).

Menurut Kapolres, sebagai istri anggota polisi harus mendukung pekerjaan suaminya kapan pun dan di mana pun bertugas, saat jadi istri jangan meminta sesuatu yang berlebihan kepada suami karena pengasilan polisi hanya gaji yang diterimanya.

“Nanti setelah menikah para istri harus aktif dalam kegiatan Bhayangkari, tingkah laku dan kebiasaan semasa remaja atau semasa pacaran harus mulai diubah setelah menjadi Bhayangkari,” tegas Kapolres Noviana.

Menurutnya, sidang nikah/nasihat merupakan salah satu persyaratan anggota Polri untuk menikahi salah calon istri yang nantinya akan menjadi Bhayangkari Polri, ini merupakan hal yang lazim di mana setiap anggota Polri harus memiliki surat izin nikah dari pimpinan di mana ia bertugas sebelum melaksanakan akad nikah, baik dilaksanakan di Kantor KUA, masjid maupun rumah tempat tinggal.

Di samping itu, Ketua Bhayangkari berpesan agar anggota Bhayangkari harus memiliki etika, baik dalam keseharian ataupun bergaul dengan pihak lain. Usahakan selalu menyapa, menyalami setiap orang yang dikenal, ataupun saat serta bergaul di Organisasi Bhayangkari Polri. (Tati/KC Online)