Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Saefuddin Jazuli/KC Online.*

CIREBON, (KC Online).-

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cirebon telah menyerahkan seluruh alat bukti yang diminta dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (2/8/2018). Dalam sidang kedua tuntutan dari pasangan Kalinga-Santy ini beragendakan jawaban termohon yaitu KPU dan Panitia Pengawas Pemilu.

Ketua KPU Syaefudin Jazuli mengatakan, seluruh alat bukti yang diserahkan antara lain berita acara surat suara yang terbakar, dokumen C1, juga hasil rekapitulasi surat suara yang dilakukan KPU.

Paslon Kalinga-Santy diketahui menggugat KPU dengan sejumlah poin, antara lain terbakarnya ribuan surat suara, juga perbedaan penghitungan suara yang dilakukan oleh tim Kalinga-Santy dengan KPU, di mana hasil penghitungan suara yang dilakukan tim Kalinga-Santy menghasilkan pasangan ini memenangkan Pilbup 2018.

“Intinya kita sudah serahkan seluruh bukti yang kita miliki, tidak ada yang tersisa, bukti-bukti ini akan jadi pertimbangan dewan hakim untuk menentukan persidangan selanjutnya,” kata Syaefudin saat dihubungi usai menjalani sidang.

Menurutnya, jalannya persidangan yang kedua ini pun tidak begitu lama, hanya sekitar satu jam yang dimulai pada pukul 09.00 WIB.

“Kami pun menyebutkan adanya legal standing bahwa perbedaan suara yang bisa digugat batasnya harus di bawah 0,5 persen. Itu sesuai dengan Undang Undang Nomor 10 tahun 2016. Sementara perbedaan suara dari pasangan Kalinga-Santy dengan pihak terkait yaitu pasangan Sunjaya-Imron lebih dari 0,5 persen,” ujarnya.

Syaefudin menambahkan, selanjutnya dewan hakim akan memutuskan persidangan ini memenuhi syarat untuk dilanjutkan atau tidak.
“Persidangan ketiga akan digelar antara 9-12 Agustus, untuk memutuskan apakah sidang ini memenuhi syarat untuk dilanjutkan atau tidak,” ujarnya.

Pada persidangan sebelumnya diagendakan pembacaan tuntutan dari pemohon, yaitu Kalinga-Santy. Dalam poin-poin sebagai dasar gugatan ke MK, pasangan Kalinga-Santy menyatakan ada perbedaan hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh tim pasangan ini dengan hasil yang dilakukan oleh termohon, yaitu KPU.

Jika KPU menyatakan pasangan Kalinga-Santy memperoleh 265.317 suara, tim pasangan ini menyatakan perolehan suara Kalinga-Santy mencapai 375.254 atau berada di atas pasangan nomor urut dua sejumlah 108.609 berdasarkan hitungan tim tersebut.

Kalinga-Santy juga menyatakan dalam poin gugatannya, bahwa perolehan suara yang diraih pasangan ini disebabkan adanya kecurangan yang sangat luar biasa dengan unsur-unsur yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif. (C-11)