ANGGOTA Satnarkoba Polres Indramayu memperlihatkan barang bukti blasan paket ganja yang siap edar dari dua orang tersangka yang diciduk anggota Unit 2 Satnarkoba Polres setempat, Rabu (1/8/2018). Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Jajaran Unit 2 Satnarkoba Polres Indramayu kembali berhasil membekuk dua kurir narkoba jenis ganja di tempat berbeda. Dari dua pelaku tersebut, petugas mengamankan barang bukti 11 paket ganja kering sekira 1/4 kg siap edar, bersama satu unit sepeda motor dan 3 unit HP yng ditengarai digunakan sebagai alat transaksi.

Dua kurir ganja itu adalah HHL (27 tahun), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dan MFR (26 tahun), asal Desa/Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini kedua pemuda ini masih menjalani pemeriksaan penyidik setempat.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin melalui Kasat Narkoba Ajun Komisaris Deni Rusnandar kepada KC Online, Rabu (1/8/2018) mengatakan, pengunkapan tersebut berawal jajarannya yang mendapatkan informasi tentang akan ada transaksi barang haram berupa ganja yang dilakukan oleh HHL.

Tak lama usai mendapatkan informasi, polisi langsung bergerak mendatangi lokasi yang disebutkan. Tiba di jalan pantura, tepatnya di Desa/Kecamatan Patrol melihat seorang pemuda dengan ciri-ciri yang sudah diketahui petugas.

“Saat itu pemuda ini sedang menunggu seseorang yang akan membeli ganja kering. Namun sebelum transaksi keburu diamankan anggota kami. Ketika dilakukan penggeledahan ditemukan dua paket ganja kering yang dibungkus kertas nasi warna coklat di saku celananya,” papar Deni.

Tumpukan baju

Selanjutnya, pemuda yang diketahui berinisial HHL ini diinterogasi. Hasilnya jika HHL masih menyimpan barang yang sama di rumahnya.

” Dari lokasi, HHL dibawa ke rumahnya untuk menunjukkan barang bukti ganja yang disimpan. Akhirnya, ditemukan kembali sebanyak sembilan paket dibungkus kertas nasi yang disimpan di atas tumpukan baju kamar tidurnya. Sehingga jumlah barang haram yang akan diedarkan itu sebelas paket besar,” ucapnya.

Bahkan, dalam pengakuan HHL, lanjut Deni, kalau barang haram yang akan diedarkannya itu berasal MFR, seorang pemuda asal Desa /Kecamatan Patrol dengan cara membeli.

Mendapatkan keterangan ini, polisi pun kemudian bergerak hingga dapat menciduk MFR di rumahnya tanpa ada perlawanan. Mereka pun mengaku pula ganja miliknya tersebut juga dapat membeli dari seseorang warga Kebayoran, Jakarta Pusat.

Keduanya orang bersama barang buktinya ini dibawa ke mapolres Indramayu untuk dilakukan pengusutan dan penyidikan lebih lanjut.

“Keduanya terancam masuk penjara, karena melanggar Pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 111 ayat 1 UURI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya. (Udi/KC Online)