Ketua KPU Kabupaten Kuningan, Hj. Heni Susilawati, Yan/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Meski telah sukses menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan belum selesai. Mereka akan kembali dihadapkan pada tantangan besar menjelang pemilihan umum (pemilu) pada 17 April 2019.

Ketua KPU Kabupaten Kuningan, Hj. Heni Susilawati, mengungkapkan, tantangan untuk menyukseskan Pemilu 2019 yakni dalam merekrut sumber daya manusia petugas penyelenggara pemilu yang jumlahnya sangat banyak.

Di antaranya petugas penyelenggara atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk ditempatkan di 3.566 Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditambah petugas ketertiban, yang jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 32.085 orang.

Mereka juga harus memenuhi kriteria serba ideal seperti netralitas, integritas dan profesionalitas.

Karena dalam penyelenggaraan pemilihan legislatif (pileg) di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat, para petugas akan bersinggungan dengan saudara, kerabat, keluarga dan unsur lainnya. Sehingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) harus sejak dini melakukan pemetaan (mapping) rencana perekrutan.

“Untuk merekrut petugas penyelenggara pemilu akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Sehingga kawan-kawan PPK harus dari sekarang memetakan mengenai siapa saja yang akan direkrut,” katanya.

Sementara mengenai pemuktahiran data pemilu, Heni sangat mengapresiasi langkah-langkah PPK yang terus konsisten dan berkomitmen mengawalnya, termasuk proses Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang di lakukan di 376 desa/kelurahan di Kabupaten Kuningan.

Meningkatkan sinergitas

Kemudian ia juga menyarankan, supaya jalinan komunikasi, koordinasi dan relasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh desa/kelurahan terus ditingkatkan. Karena akan sangat menentukan kecepatan dan keakuratan data yang nanti dimutakhirkan, sekaligus ditindaklanjuti Aplikasi Sidalih.

“Sinergitas dan komunikasi yang baik dengan seluruh PPS harus terus dibangun. Karena kecepatan dan keakuratan data ditentukan dari komitmen PPK di lapangan dengan PPS. Saya sangat berharap, sukses di Pilkada Serentak 2018 bisa terulang di Pemilu 2019, agar kepercayaan publik terharap seluruh jajaran penyelenggara terus meningkat,” katanya.(Yan/KC Online)