FOTO bersama dalam kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Spa diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Spa Nasional yang bekerjasama dengan Andaru Anti Aging Clinic dan Spa CSB, Rabu (15/8/2018).* Epih/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) di tahun 2018 ini, manargetkan dapat memfasilitasi 75.000 orang yang bekerja pada sektor pariwisata memiliki sertifikasi kompetensi.

Staf Asdep Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata & Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata RI, Ahmad Suharto mengatakan, pada tahun ini peningkatan uji kompentensi akan lebih banyak dilakukan kepada sektor pekerja industri pariwisata.

“Ini bagian dari program pemerintah. Di mana, Presiden RI, H Joko Widodo sendiri telah mencanangkan pada tahun 2019 mendatang merupakan program peningkatan kapasitas SDM pada semua sektor, termasuk di dalamnya juga pada sektor industri pariwisata,” ungkap Ahmad Suharto pada sela Uji Sertifikasi Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Spa yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Spa Nasional yang bekerjasama dengan Andaru Anti Aging Clinik dan Spa CSB, Rabu (15/8/2018).

Dijelaskan, berdasarkan Peraturan Kementerian Pariwisata No 19 Tahun 2016 terkait kewjiban SDM memiliki sertifikasi, serta berdasar pada Peraturan Pemerintah (PP) No 52 tahun 2012 terkait dengan kompetensi industri pariwisata. “Maka setiap usaha pariwisata yang mempekerjakan tenaga kerjanya minimal dari 50 persennya memiliki uji sertifikasi kompetensi,” tandas Ahmad.

Dijelaskan, secara nasional, pada tahun ini pihaknya menargetkan dapat memfasilitasi sebanyak 75.000 orang yang bekerja pada sektor pariwisata memiliki sertifikasi kompetensi. “Di mana dari 75.000 itu, 32.500 diperuntukan bagi dunia pendidikan pariwisata, serta selebihnya kita berikan kepada tenaga kerja industri parisiwisata,” tambahnya. (C-10)