MAJALENGKA, (KC Online).-

Kampus Sekolah Tinggi Keguruaan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yasika Majalengka tengah menggelar pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa barunya (PKKMB). Hadir pada kesempatan itu Guru Besar STKIP Yasika Profesor Cecep Sumarna.

Ketua STKIP Yasika Arip Amin mengatakan, kegiatan pengenalan kampus ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya.

Termasuk di dalamnya, memuat antara lain tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus, serta materi lainnya.

Seperti bela negara, radikalisme, penyalahgunaan narkoba sehingga akhirnya mereka dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi. “Kegiatan ini menjadi tanggung jawab kami, yang didukung oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” ujarnya, Selasa (7/8/2018).

Guna mengimplementasikan hal itu, lanjut dia, perlu diperkuat peraturan internal perguruan tinggi guna menghindari pelanggaran atas tata tertib, norma dan etika, serta hukum. Terutama terkait pencegahan dan penanggulangan perpeloncoaan, kekerasan dan hal-hal lain yang dapat mengancam tata kehidupan kampus serta kokohnya NKRI.

“Intinya, kegiatan ini merupakan pembentukan watak dan karakter bagi seorang mahasiswa baru,” katanya.

Pada dasarnya, lanjut dia, pengenalan kampus juga merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa baru. Pintu ini akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara saksama oleh mahasiswa baru untuk memperdalam ilmunya. “Bila dari pintunya saja sudah buruk, bisa saja di dalam pintu akan sama buruknya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kalau di kampus ada istilah pengenalan kampus atau dulu disebut orientasi pengenalan kampus (Ospek), sedangkan pada tingkat sekolah, umumnya SMP dan SMA, kegiatan dikenal dengan masa pengenalan sekolah (MPLS) atau Masa Orientasi Siswa (MOS).

“Semoga kegiatan yang kami gelar ini dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa baru,” tukasnya. (Jejep/KC Online)