illustrasi

KUNINGAN, (KC Online).-

Target Kabupaten Kuningan untuk masuk peringkat sepuluh besar pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2018 meleset dari pencapaian yang hanya bertengger di posisi ke-17.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, H. Nurjati, mengungkapkan, dari delapan cabang olahraga yang diikuti, hanya atletik yang menyumbangkan tiga medali emas, lima medali perak dan enam medali perunggu.

Kemudian tinju yang memenangkan satu medali emas dan perak, serta pencak silat dengan raihan satu perunggu.

Untuk medali emas atletik dipersembahkan oleh Osa Miftahul Firdaus di nomor lompat tinggi putra, Faizal Akbar di nomor lontar martil putra dan Natasha Mahdalita di nomor lontar martil putri.

Lalu perak diraih Annisa Tri Heriani di nomor lontar martil putri, Natasha Mahdalita di nomor lempar cakram putri, Beby Aliya Putri di nomor lompat tinggi putri, Muhammad Ilham di nomor lari 200 meter putra dan Faisal Akbar di nomor lempar cakram putra.

Enam perunggu disabet Beby Aliya Putri di nomor lompat jauh putri, Muhammad Rifki yang turun di nomor lompat tinggi putra, Moch. Ilham di nomor lari 400 meter putra, Iman Hamdani di nomor lompat jangkit putra, Ratna Suminar di nomor lari 100 meter putri dan Intan Silviana di nomor lari 400 meter putri.

Kemudian dari tinju, medali emas dipersembahkan siswa SMAN 3 Kuningan, Ajeng Syifa Silvia Gitni setelah menang TKO atas petinju asal Kota Bekasi, Ayu Paramustika dan satu medali perak oleh Elza Widya Fitriani yang dikalahkan petinju Kota Bogor, Viona Virgin Nanlohi.

Sementara itu pencak silat yang menerjunkan delapan atlet kategori tanding dan satu pasang kategori ganda putra, hanya mampu meraih satu perunggu dari pesilat Afi yang turun di kelas E putri.

“Sebenarnya atletik masih bisa menambah raihan dua medali emas lagi untuk mendongkrak posisi peringkat Popda Jawa Barat tahun 2018 menjadi lebih baik. Karena perlu diketahui, dua atlet andalan tidak bisa ikut karena tengah mengikuti kejuaraan di Thailand yang waktunya bersamaan,” kata Nurjati.

Keringanan

Menurutnya, penurunan prestasi di sejumlah cabang olahraga, karena berbagai faktor, termasuk penerapan pola pembelajaran “full day school”, yang membuat kegiatan ekstrakulikuler terbengkalai. Sehingga siswa terlalu kelelahan belajar dari pagi sampai sore.

“Sehingga saya berencana akan menyurati kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Gubernur Jawa Barat agar atlet diberikan keringanan,” katanya.(Yan/KC Online)