Nasrudin Azis

CIREBON, (KC Online).-

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa Pilkada Kota Cirebon yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 24 TPS sudah sampai ke telinga calon Walikota Cirebon nomor urut 2, Nashrudin Azis yang saat ini masih berada di Makkah.

Azis mengaku sudah mendapati kabar terkait putusan MK tersebut. Azis sempat terkejut ketika mengetahui bahwa MK memutuskan untuk dilaksanakan PSU di 24 TPS. Namun sejak awal sengketa Pilwalkot Cirebon bergulir di MK, dirinya sudah siap menerima apa pun putusannya.

Azis mengaku terkejut, soalnya pasangan Azis- Eti (PASTI) saat Pilkada 27 Juni lalu unggul dalam perolehan suara atas lawanya yang dinilai tanpa kecurangan. “Tapi dari awal, saya sudah menyatakan akan menghormati dan menerima apa pun keputusan MK,” ujar Azis, Kamis (13/9/2018).

Menurut Azis, keunggulan suara duet PASTI di Pilkada Kota Cirebon menjadi bukti, bahwa sebagian besar masyarakat pemilih menaruh harapan pada kepemimpinan dirinya bersama Eti.

“Ada 80 ribu lebih pemilih yang mempercayakan masa depan Kota Cirebon kepada PASTI. Ini harus juga dihormati sebagai cita-cita bersama untuk Kota Cirebon lebih baik lagi,” katanya.

Namun demikian, Azis mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menerima dan menghargai keputusan MK. Meski di satu sisi, pihaknya merasa dirugikan karena harus menjalani PSU yang disebabkan kesalahan prosedur terkait pembukaan kotak suara, bukan karena pihaknya curang.

“PSU bukan disebabkan karena kita berbuat curang atau lain sebagainya, melainkan karena ada prosedur yang keliru. Tapi kita juga menghargai penyelenggara pemilu yang sudah berusaha keras melaksanakan pilwalkot dengan baik, meski ada kekurangan. Jadi, mari kita terima putusan MK dengan sabar dan tawakal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Azis juga mengajak kepada semua relawan, tim pemenangan maupun simpatisan PASTI di 24 TPS yang akan dilakukan PSU untuk bersama-sama mengamankan kemenangan raihan suara. Jika PSU dilaksanakan 19 September, Azis mengaku, dirinya kemungkinan besar sudah ada di Kota Cirebon saat berlangsungnya PSU.

“Saya harap tetap semangat untuk menjaga kemenangan. Insya Allah tanggal 19 September saya sudah di Cirebon,” ujar Azis.

Sementara itu, Eti Herawati juga menyampaikan hal serupa. Meski dirugikan, namun pihaknya menerima dan menghormati putusan MK. Ia menyatakan, pihaknya siap menghadapi PSU di 24 TPS.

“Kita pastikan, bahwa PASTI siap mengikuti PSU dan insya Allah mempertahankan kemenangan,” katanya.(Iskandar/KC)